SEGANTANGLADA.ID
Karimun- Akademisi dan budayawan Melayu, Prof Abdul Malik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meninjau kembali kilas balik perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian penting dalam menjaga identitas dan semangat pembangunan daerah.
Hal itu disampaikannya dalam Seminar Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang diselenggarakan oleh Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) di Ballroom Hotel Karimun City, Jumat (8/5) siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Prof Abdul Malik menegaskan bahwa sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau bukan hanya rangkaian peristiwa politik dan administrasi pemerintahan, tetapi juga perjalanan panjang masyarakat kepulauan dalam memperjuangkan identitas, hak pembangunan, dan masa depan daerah perbatasan.
“Mari sesama meninjau kilas balik perjuangan ini. Kita harus memahami bahwa lahirnya Provinsi Kepulauan Riau merupakan hasil dari semangat persatuan masyarakat yang ingin daerahnya berkembang sesuai karakter wilayah kepulauan dan budaya Melayu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, bahwa perjuangan pembentukan Kepri berlangsung melalui proses panjang yang melibatkan banyak tokoh masyarakat, pejuang daerah, akademisi, pemuda, hingga elemen masyarakat akar rumput. Menurutnya, perjuangan tersebut dibangun atas dasar kesadaran bersama bahwa wilayah Kepulauan Riau memiliki tantangan geografis dan kebutuhan pembangunan yang berbeda dari daerah lain.
Prof Abdul Malik menilai, penting bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan tersebut agar tidak kehilangan jati diri daerah di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman.
“Generasi muda harus mengetahui bagaimana para tokoh dahulu berjuang dengan keterbatasan, namun memiliki semangat besar demi lahirnya provinsi ini. Dari sejarah itu kita belajar tentang persatuan, pengorbanan, dan kecintaan terhadap daerah,” katanya.
Dalam seminar itu, ia juga menyoroti pentingnya dokumentasi sejarah yang akurat dan komprehensif. Menurutnya, penulisan sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau harus dilakukan secara objektif dengan melibatkan berbagai sumber, pelaku sejarah, arsip, dan kesaksian masyarakat agar menjadi referensi yang utuh bagi generasi mendatang.
Ia mengatakan, sejarah tidak hanya berfungsi sebagai catatan masa lalu, tetapi juga menjadi pedoman dalam menentukan arah pembangunan masa depan daerah.
“Kalau sejarah dipahami dengan baik, maka masyarakat akan mengerti mengapa Kepri dibentuk, apa tujuan perjuangannya, dan bagaimana cita-cita itu harus dilanjutkan,” ungkapnya.
Prof Abdul Malik juga menyinggung posisi strategis Kepulauan Riau sebagai wilayah maritim dan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Menurutnya, sejak awal para pejuang pembentukan Kepri telah memiliki visi agar daerah ini mampu berkembang menjadi kawasan maju berbasis kemaritiman, perdagangan internasional, dan budaya Melayu.
Karena itu, ia menilai pembangunan Kepri ke depan harus tetap berpijak pada nilai sejarah, identitas budaya, serta semangat kebersamaan masyarakat kepulauan.
Seminar Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau tersebut dihadiri sejumlah tokoh pejuang pembentukan Kepri, mantan pejabat daerah, akademisi, budayawan, tim penulis sejarah, dan masyarakat dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi ruang diskusi untuk menghimpun berbagai catatan sejarah, pengalaman perjuangan, serta pandangan mengenai perjalanan lahirnya Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah otonom di kawasan perbatasan Kawasan Melayu.
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan