SEGANTANGLADA.ID
BUMI MELAYU
TANJUNGPINANG — Angin laut yang berhembus lembut di Semenanjung Dompak dan riuk geliat Kota Batam menjadi saksi bisu berkumpulnya anak-anak muda bertalenta dari seluruh penjuru Kepulauan Riau. Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Kepri 2026 resmi ditabuh, membakar semangat ratusan mahasiswa yang bersiap menancapkan jejak kreativitasnya menuju panggung nasional.Ahad, 26 Juli 2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua kampus megah di Tanah Melayu—Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Tanjungpinang dan Politeknik Negeri Batam—mendadak menjelma menjadi episentrum seni dan budaya. Tidak sekadar ajang unjuk kebolehan, PEKSIMIDA Kepri tahun ini terasa seperti helat besar perayaan imajinasi, menyatukan gagasan dan estetika dari kampus-kampus yang tersebar di wilayah kepulauan.

15 Tangkai Lomba: Dari Syahdu Puisi Hingga Dentum Musik
Sebanyak 15 tangkai perlombaan digelar serentak, menghadirkan ragam spektrum seni yang kaya:
Seni Pertunjukan & Suara: Lantunan merdu Menyanyi Keroncong, keindahan Seriosa, energi Dangdut dan Pop, hingga harmoni Vokal Grup. Panggung pementasan makin hidup lewat penampilan Monolog dan ketangguhan gerak Tari.
Sastra & Bahasa: Ketajaman rasio dan empati diuji melalui Baca Puisi, Penulisan Puisi, Penulisan Cerpen, hingga Penulisan Lakon drama.
Seni Rupa & Media Kreatif: Sapuan kuas Lukis, pesan visual Desain Poster, goresan naratif Komik Strip, hingga bidikan jeli Fotografi mewarnai sudut-sudut kompetisi.
Di arena perlombaan, aura persaingan sengit berpadu hangat dengan semangat persaudaraan khas masyarakat bahari. Senyum, tegur sapa, dan diskusi hangat antarpeserta membuktikan bahwa seni adalah bahasa universal yang meruntuhkan sekat antar-pulau.

Menempa Karakter, Membangun Manusia Unggul
Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Kepri, Dr. Sumardin, S.E., M.Si., menegaskan bahwa ajang ini memikul misi besar yang lebih dari sekadar pengumpulan piala.
“PEKSIMIDA bukan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa yang tercepat atau terbaik di podium. Ini adalah ruang pembinaan karakter, tempat mengasah rasa, disiplin, serta kreativitas. Semangat luar biasa dari seluruh peserta adalah modal besar bagi Kepulauan Riau untuk melahirkan insan seni berdaya saing tinggi di tingkat nasional,” ungkap Dr. Sumardin dengan nada optimis.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UMRAH, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang mengalir kepada UMRAH sebagai salah satu tuan rumah.
“Seni mengajarkan kita empati, disiplin, kolaborasi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Mahasiswa adalah wajah masa depan bangsa, dan melalui ruang seperti PEKSIMIDA inilah kita menanamkan nilai-nilai integritas agar mereka siap menjadi pemuda yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Dr. Suryadi.

Dari Laut Kepri Menuju Panggung Nasional
Dengan suksesnya gelaran PEKSIMIDA Kepri 2026, para pemenang di setiap tangkai lomba kini bersiap menyongsong tantangan yang lebih besar: Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Nasional (PEKSIMINAS) 2026.
Layar telah dikembangkan, kemudi telah diputar. Dari Bumi Segantang Lada yang kaya akan sejarah dan budaya ini, para seniman muda Kepri siap berlayar membawa harum nama daerah di kancah Nusantara. (SegantangLada/Red)
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan