SEGANTANGLADA.ID
TANJUNGPINANG — Sebagai etalase pendidikan tinggi berbasis kemaritiman di Bumi Segantang Lada, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam membangun wilayah pesisir dan kepulauan. Sebanyak 1.336 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang II Tahun 2026 secara resmi dilepas untuk menerjunkan diri ke tengah-tengah masyarakat.1 Agustus 2026
Momentum pelepasan tahun ini terasa makin istimewa dan berwarna. Selain diikuti oleh para mahasiswa internal UMRAH, gelombang kali ini juga diperkuat lewat kolaborasi strategis dalam program KKN Bersama antara UMRAH dan Universitas Riau (UNRI). Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini menjadi simbol solidnya sinergi akademisi dalam menjawab tantangan sosial dan pembangunan di wilayah kepulauan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Garda Terdepan Pembangunan Pesisir
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi UMRAH yang terus membina dan menggembleng para generasi muda agar peka terhadap realitas sosial masyarakat pesisir.
“Universitas Maritim Raja Ali Haji sebagai garda terdepan pendidikan tinggi berbasis kemaritiman di Kepulauan Riau memiliki tanggung jawab moral dan akademis yang luar biasa. Melalui program KKN ini, UMRAH terbukti konsisten mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat pesisir dan kepulauan,” ungkap perwakilan Pemprov Kepri saat menyampaikan amanat.
KKN bukan sekadar rutinitas penuntasan kredit akademik, melainkan manifestasi nyata dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Di ruang ilmiah terbuka inilah para mahasiswa dituntut mampu mengintegrasikan teori-teori meja kuliah dengan kebutuhan riil masyarakat di pulau-pulau.
Pesan Pemprov Kepri: Jadilah Agen Perubahan dan Kawah Candradimuka Leadership
Di hadapan ribuan mahasiswa yang siap bertolak ke berbagai pelosok desa dan pulau pengabdian, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyitir pesan mendalam agar momentum KKN dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang penguatan karakter dan kepemimpinan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, saya mengucapkan selamat melaksanakan tugas kepada seluruh mahasiswa peserta KKN Gelombang II Tahun 2026. Jadikan KKN sebagai kawah candradimuka untuk mengasah kepemimpinan, empati sosial, dan kemampuan beradaptasi. Jadilah agen perubahan (agent of change) yang membawa kesejukan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat di wilayah pengabdian masing-masing,” tegasnya penuh semangat.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa didorong untuk secara aktif mengidentifikasi potensi daerah yang belum tergarap maksimal, sekaligus memetakan persoalan dasar masyarakat. Dari hasil analisis lapangan tersebut, mahasiswa dirancang untuk merumuskan program kerja inovatif dan aplikatif yang dampaknya dapat dirasakan langsung secara berkelanjutan.
Merajut Sinergi Demi Maritime Civic Civilization
Karakteristik geografis Kepulauan Riau yang didominasi oleh lautan memerlukan pendekatan pembangunan yang khas dan terpadu. Kehadiran ribuan mahasiswa KKN ini menjadi jembatan krusial untuk memperkuat sinergisitas segitiga emas: Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat.
Pelepasan 1.336 mahasiswa KKN Gelombang II Tahun 2026 ini kian menegaskan posisi UMRAH dalam mewujudkan visinya sebagai Maritime Civic Civilization University—sebuah kampus yang tak sekadar memproduksi lulusan berotak cerdas, tetapi juga berjiwa bahari, adaptif, tangguh, dan berkarakter.
Semangat kolaborasi antara UMRAH dan UNRI yang dibawa para mahasiswa ke pelosok pulau diharapkan mampu mengobarkan kembali nilai-nilai kepedulian sosial. Langkah kecil para akademisi muda ini menjadi bagian dari pijakan besar dalam membangun peradaban maritim yang maju, berkelanjutan, serta bermakna luas bagi Negeri Segantang Lada Kepulauan Riau maupun Indonesia.***

















Tinggalkan Balasan