SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN – Sekitar 100 siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karimun antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karimun pada Kamis, 30 Juli 2026. Program ini dirancang khusus sebagai wadah pembinaan karakter, pencegahan pernikahan dini, serta penanaman nilai-nilai moral bagi para pelajar di tingkat menengah atas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai pemateri utama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Karimun, Tugiatno. Dalam pemaparannya, Tugiatno menekankan pentingnya pemahaman diri dan pengelolaan emosi di usia remaja agar para siswa tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun pernikahan di bawah umur yang rentan memicu berbagai permasalahan sosial serta kesehatan di masa depan.
Membangun Fondasi Masa Depan dan Kesadaran Hukum
Dalam sesi materi yang interaktif, Tugiatno memaparkan berbagai tantangan nyata yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari dampak negatif era digital hingga risiko psikologis dan fisik akibat kurangnya kesiapan dalam mengarungi masa depan. Through program BRUS ini, Kemenag Karimun berkomitmen untuk membekali para siswa dengan pengetahuan agama, wawasan hukum kependudukan, serta keterampilan hidup (life skills) yang memadai.
“Remaja usia sekolah berada pada fase krusial dalam pencarian jati diri. Melalui bimbingan ini, kita ingin memberikan fondasi keagamaan dan kesadaran hukum yang kuat agar para siswa mampu mengambil keputusan yang bijak bagi masa depan mereka,” ujar Tugiatno di hadapan para peserta.
Apresiasi dari Kepala MAN Karimun
Kepala MAN Karimun, Peri Yudianto, menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan Kemenag Karimun yang telah memilih sekolahnya sebagai tuan rumah pelaksanaan BRUS tahun 2026. Peri menilai program ini sangat relevan dengan visi madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berakhlaqul karimah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kemenag Karimun, khususnya Pak Kasi Bimas Islam, Tugiatno, yang telah berkenan membagikan ilmu dan wawasan bernilai tinggi kepada anak-anak kami. Kegiatan BRUS ini menjadi suplemen penting dalam memperkuat benteng moral para siswa di tengah pesatnya arus informasi dan modernisasi,” ungkap Peri Yudianto.
Lebih lanjut, Peri berharap agar 100 siswa yang menjadi perwakilan peserta dapat mentransfer wawasan yang diperoleh kepada rekan-rekan sebaya lainnya, sehingga dampak positif dari program pembinaan ini dapat dirasakan secara meluas di lingkungan MAN Karimun.
Dampak Positif bagi Generasi Muda Karimun
Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan sepanjang kegiatan berlangsung. Melalui Sinergi antara Kemenag Karimun dan pihak sekolah, kegiatan BRUS diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan dengan penuh optimisme.***

















Tinggalkan Balasan