SEGANTANGLADA.ID
TANJUNGPINANG — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali membuktikan taji sebagai salah satu kampus maritim terdepan di Indonesia.
Kampus yang berbasis di Kepulauan Riau ini menegaskan kesiapannya untuk berada di baris terdepan dalam memelihara ekosistem pesisir dan laut lewat implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah konkret ini ditegaskan langsung oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA.
Ia menyatakan, bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral sekaligus akademis untuk memastikan keberlanjutan sumber daya laut—bukan sekadar menjadi penonton di tengah isu ekologi global.
“UMRAH menegaskan komitmennya untuk selalu menjadi mitra penting dan strategis bagi pemerintah daerah, kementerian, organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat. Sinergi ini kunci utama untuk mendukung konservasi, perlindungan laut, dan pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan,” ungkap Prof. Agung dalam forum strategis terkait pengelolaan Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan.
Tiga Pilar Strategis UMRAH untuk Ekosistem Pesisir
Guna menerjemahkan komitmen tersebut menjadi aksi nyata, UMRAH merancang tiga fokus utama dalam pengembangan peran akademiknya:
Riset Berbasis Bukti (Evidence-Based Research): Memperkuat pemantauan ekologi secara berkala untuk menghasilkan data ilmiah yang presisi. Data ini nantinya disiapkan sebagai pijakan kuat bagi para pembuat kebijakan agar tidak salah langkah.
Pemberdayaan SDM & Citizen Science: Meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir lewat edukasi interaktif serta mengajak warga lokal terlibat langsung dalam sains komunitas (citizen science) untuk menjaga wilayah perairan mereka sendiri.
Dukungan Teknis untuk UPTD BLUD: Memberikan sokongan keilmuan kepada pengelola kawasan, mulai dari penyusunan tata ruang/zonasi, kajian daya dukung lingkungan (carrying capacity), hingga merancang formula ekowisata bahari yang ramah lingkungan dan tidak merusak habitat.
Mendorong Kolaborasi Nyata di TWP Bintan Timur
Secara khusus, Prof. Agung menyoroti pengelolaan Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
Ia mewanti-wanti agar forum-forum ilmiah tidak berhenti pada tataran wacana atau meja diskusi semata, melainkan harus melahirkan action plan yang konkret.
“Pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan memerlukan integrasi seluruh pihak—pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku industri pariwisata, hingga warga lokal. Sinergi lintas sektor inilah yang menjadi fondasi utama: menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegas Rektor.
Sejalan dengan Agenda Global (SDG 14)
Langkah masif yang diusung UMRAH ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia terhadap agenda dunia. Dukungan ilmiah dan pendampingan masyarakat yang dipelopori UMRAH berpedoman teguh pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 14: Life Below Water (Ekosistem Lautan).
Lewat inisiatif ini, UMRAH membuktikan peran sentralnya: bukan sekadar mencetak lulusan bergelar, melainkan menjadi benteng sains dan mitra nyata masyarakat demi kelestarian laut Nusantara.***
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan