SEGANTANGLADA.ID
TANJUNGPINANG — Semangat persatuan kembali bergelora di Bumi Segantang Lada. Jumat 15 Mei 2026.
Menghadiri peringatan Hari Marwah Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus agenda Penulisan Sejarah Provinsi Kepri, tokoh masyarakat sekaligus mantan Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, memberikan pesan mendalam bagi seluruh elemen masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh nostalgia ini digelar di Ballroom Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Tanjungpinang.
Mengenang Sejarah, Menjaga Marwah
Hari Marwah Kepri bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan refleksi atas perjuangan panjang masyarakat Kepulauan Riau dalam meraih otonomi daerah dan membentuk provinsi sendiri.
Kehadiran Dr. H. Nurdin Basirun di tengah-tengah tokoh pejuang dan generasi muda Kepri seolah menegaskan kembali arti penting menghargai akar sejarah.
Dalam sambutannya, Nurdin Basirun mengingatkan kembali pepatah usang yang tak pernah kehilangan kesaktiannya: “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.”
Menurutnya, fondasi utama dari berdirinya Provinsi Kepri adalah rasa kebersamaan yang kokoh antar-seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang.
“Persatuan dan kebersamaan adalah kunci utama kita untuk sukses bersama.
Tanpa adanya rasa memiliki dan kekompakan, mustahil kita bisa membawa Kepri sejauh dan sesukses ini,” ungkap Nurdin dengan nada penuh semangat, disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.
Penulisan Sejarah: Warisan untuk Generasi Masa Depan
Selain memperingati Hari Marwah, agenda utama kegiatan ini adalah peluncuran dan pembahasan mengenai Penulisan Sejarah Provinsi Kepulauan Riau.
Langkah ini dinilai sangat strategis dan krusial agar generasi muda tidak buta akan perjuangan para pendahulu mereka.
Nurdin Basirun sangat mengapresiasi inisiasi penulisan sejarah ini.
Ia menekankan, bahwa sejarah yang tertulis dengan jujur dan detail akan menjadi kompas bagi arah pembangunan Kepri di masa depan.
Edukasi Generasi Muda: Menjadi literasi berharga agar anak-cucu Kepri tahu peras keringat dan air mata di balik terbentuknya provinsi ini.
Penghargaan Pejuang: Sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para tokoh BP3KR dan masyarakat yang telah berkorban demi marwah daerah.
Perekat Sosial: Mengingatkan kembali bahwa Kepri dibangun atas dasar gotong royong, bukan ego sektoral.
Ballroom BP3KR: Saksi Bisu Perjuangan yang Kembali Hidup
Pemilihan Ballroom BP3KR Tanjungpinang sebagai lokasi acara menambah kekhidmatan suasana. Tempat ini menyimpan rekam jejak historis bagaimana para tokoh Kepri berkumpul, berdiskusi, dan menyatukan visi puluhan tahun silam demi memisahkan diri dari provinsi induk kala itu (Riau) demi kesejahteraan masyarakat kepulauan.
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti ruangan ketika lagu mars daerah dikumandangkan. Kehadiran berbagai lintas generasi—mulai dari tokoh veteran perjuangan, akademisi, budayawan, hingga perwakilan mahasiswa—membuktikan bahwa gaung “Marwah Kepri” masih menyala terang.
Melalui momentum ini, Dr. H. Nurdin Basirun mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk menutup rapat-rapat celah perpecahan, terlebih dalam menghadapi tantangan global dan ekonomi ke depan. Bersatu dalam keberagaman adalah modal terbesar Kepri untuk terus meroket sebagai gerbang maritim Indonesia yang maju dan berbudaya.
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan