Huzrin Hood: Buku Sejarah Jadi Kompas, Hari Marwah Harus Bawa Kepri Berkembang dan Mandiri

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEGANTANGLADA.ID

Tanjung Pinang — Peringatan Hari Marwah Kepulauan Riau (Kepri) tahun ini membawa pesan mendalam yang melampaui riuh seremonial. Jumat 15 Mei 2026.

Tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepri sekaligus mantan Bupati Kepulauan Riau, Huzrin Hood, melontarkan gagasan besar yang visioner.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beliau menegaskan bahwa masa depan Bumi Segantang Lada tidak boleh melupakan akar sejarahnya.

Melalui momentum krusial ini, Huzrin Hood secara khusus mendorong percepatan penulisan dan penyebarluasan Buku Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri. Bagi sang tokoh sentral perjuangan ini, buku sejarah bukanlah sekadar arsip masa lalu, melainkan sebuah “kompas strategis” untuk membawa Kepri berkembang pesat dan mandiri di masa depan.

Membaca Masa Lalu untuk Melompat ke Masa Depan

Bagi Huzrin, esensi dari kata “Marwah” adalah harga diri dan kedaulatan masyarakat Kepri atas tanah kelahirannya. Kehadiran buku sejarah yang komprehensif dinilai sangat mendesak agar generasi muda dan para pembuat kebijakan hari ini memahami “darah, keringat, dan air mata” di balik berdirinya provinsi ke-32 di Indonesia ini.

“Buku sejarah itu penting agar kita tidak amnesia sejarah. Kita harus tahu dari mana kita bermula untuk tahu ke mana kita akan melangkah. Hari Marwah harus menjadi bahan bakar spiritual agar Kepri berkembang jauh lebih hebat dari hari ini,” ujar Huzrin Hood dengan nada bergetar penuh kharisma.

Menurutnya, penulisan sejarah yang akurat akan menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat di hati masyarakat. Ketika masyarakat, terutama generasi Z dan Milenial Kepri, memahami nilai perjuangan para pendahulu, mereka akan memiliki benteng moral yang kuat untuk membangun daerahnya tanpa kehilangan jati diri Melayu.

Tiga Pesan Sentral Huzrin Hood untuk Kemajuan Kepri

Agar Kepri benar-benar berkembang sesuai cita-cita luhur pembentukannya, Huzrin Hood menggarisbawahi tiga poin penting yang harus diakomodasi oleh seluruh elemen daerah:

1. Sejarah sebagai Fondasi Kebijakan Publik

Huzrin berharap para pemimpin daerah saat ini membaca kembali arah perjuangan pembentukan Kepri saat merumuskan kebijakan. Sektor ekonomi maritim, konektivitas antar-pulau (hinterland), dan kesejahteraan nelayan tradisional harus tetap menjadi prioritas utama pembangunan, bukan sekadar pelengkap.

2. Pendidikan Karakter Berbasis Sejarah Lokal

Penulisan buku sejarah Kepri harus masuk ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Ini penting untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berdaya saing global, namun tetap memegang teguh nilai adat Melayu Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah.

3. Kemandirian Ekonomi Berbasis Geografis

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, Kepri harus mampu memanfaatkan letak geopolitiknya yang strategis. Huzrin menekankan bahwa perkembangan Kepri tidak boleh bergantung sepenuhnya pada pusat, melainkan harus melahirkan inovasi-inovasi lokal di kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan sektor pariwisata internasional.

Warisan Perjuangan untuk Generasi Penerus

Menutup refleksinya, Huzrin Hood mengajak seluruh elemen—mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, budayawan, hingga pelaku usaha—untuk bersatu padu mendukung penerbitan literatur sejarah Kepri ini.

“Hari Marwah bukan sekadar mengenang rapat akbar belasan tahun lalu. Hari Marwah adalah janji kita kepada masa depan. Melalui buku sejarah yang kita susun bersama, kita titipkan semangat juang ini kepada anak cucu kita agar mereka mampu membawa Kepulauan Riau berkembang menjadi episentrum ekonomi maritim yang disegani di Asia Tenggara,” pungkas Huzrin optimis.

OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

Berita Terkait

Menyusuri Pesisir Singkep: Catatan Perjalanan Spiritual Nurdin Basirun di Bumi Lingga
Hadiri Wisuda Tahfidz Ponpes Baitul Qur’an, Nurdin Basirun Bakar Semangat Para Penjaga Al-Qur’an di Dabo Singkep
Safari Dakwah di Lingga: Nurdin Basirun Rajut Silaturahmi Lewat Rangkaian Agenda Keagamaan di Dabo Singkep  
​”Menjaga Marwah Kepri”: Mengapa Sosok Nurdin Basirun Masih Menjadi Harapan Rakyat Melayu?
Atasi Eksploitasi Pekerja ‘Passing’ di Perbatasan, BP3KR Usulkan Skema Special Border Treatment dengan Malaysia
BP3KR Desak DPR Sahkan RUU Daerah Kepulauan dan Tuntut Reformasi Fiskal Maritim
Penuh Khidmat, Alunan Biola Syahdu Narisha Cinta Srimulyani Warnai Peringatan Hari Marwah Kepri di Gedung BP3KR  
Alunan Biola Qurnia Febrianti “Guncang” Gedung BP3KR di Hari Marwah Kepri
Berita ini 55 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:33 WIB

Gerilya Limbah PT KHS di Laut Kepri: Saat Otoritas Pelabuhan Memilih “Tuli dan Gagu”  

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Fenomena ‘No Viral, No Action’ di Baran: Warga Bayar Iuran Kebersihan, Tapi Disuguhi Pemandangan ‘Gunung’ Sampah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Kepanikan Siang Bolong di Perumahan TMK Sei. Raya: Petugas BPBD Evakuasi Ular Sanca Sepanjang 3 Meter

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:46 WIB

Gagal Kendali, APV Hentak Pembatas Jalan di Karimun Sampai Hancur, Pengemudi Selamat”

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:03 WIB

Ujian Madrasah 2026 di MTsN Karimun Sukses Digelar, Endang Eryani, S.Pd.: “Momentum Mencetak Generasi Berakhlak”

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:55 WIB

Siswa Terbaik MTsN Karimun Siap Menggebrak Jakarta: Muhammad Haiqal Rifkie Lolos Seleksi Jambore Nasional XII 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:45 WIB

Kasi Pendidikan Islam Kemenag Karimun Pantau Pelaksanaan Ujian Madrasah di MTsN Karimun  

Senin, 11 Mei 2026 - 15:23 WIB

Panen Prestasi! SMPN 1 Karimun Borong 6 Piala di Ajang FLS2N Tingkat Kabupaten

Berita Terbaru