SEGANTANGLADA.ID
TANJUNGPINANG – Momentum bersejarah kembali diperingati dengan penuh khidmat di Bumi Segantang Lada.Jumat, 15 Mei 2026

Peringatan Hari Marwah Kepulauan Riau (Kepri) yang jatuh pada berlangsung semarak dan sarat makna di Ballroom Badan Penyelaras Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Tanjungpinang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh lintas generasi ini menjadi panggung refleksi perjuangan berdirinya Provinsi Kepri. Salah satu sorotan utama datang dari tokoh masyarakat sekaligus figur publik Kepri, Nyayang Haris Pratamura, yang memberikan apresiasi mendalam sekaligus membakar semangat para hadirin melalui seruan persatuan.
Refleksi Perjuangan dan Marwah Negeri
Dalam sambutannya, Nyayang Haris menyampaikan bahwa Hari Marwah bukan sekadar seremonial tahunan atau kalender pengingat biasa.
Bagi masyarakat Kepri, hari ini adalah simbol harga diri, tekad, dan titik balik perjuangan masyarakat Kepulauan Riau untuk mandiri dan menyejahterakan rakyatnya.
“Hari Marwah adalah cermin dari tetesan keringat, air mata, dan idealisme para pejuang pembentukan Provinsi Kepri terdahulu.
Menjaga marwah berarti melanjutkan perjuangan mereka dengan karya dan kontribusi nyata,” ungkap Nyayang dengan penuh takzim.
Ia menambahkan, Ballroom BP3KR sengaja dipilih sebagai tempat acara karena memiliki nilai historis yang kuat sebagai ‘dapur’ dirumuskannya ide-ide besar pemekaran provinsi belasan tahun silam.
Seruan Persatuan: “Anak Melayu Mesti Bahu-Membahu”
Di tengah dinamika zaman dan tantangan global yang semakin kompleks, Nyayang Haris menitipkan pesan krusial yang ditujukan khusus kepada generasi muda dan seluruh elemen masyarakat tempatan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas di tanah Melayu.
“Anak Melayu mesti bahu-membahu dan kompak,” tegas Nyayang yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari para tokoh adat, pemuda, dan cerdik pandai yang memadati ruangan.
Menurutnya, kuncian utama kemajuan Kepri di masa depan terletak pada sinergi antaranak daerah. Beberapa poin penting yang ditekankannya antara lain:
Mengikis Ego Sektoral: Tidak ada tempat untuk saling menjatuhkan; semua elemen harus bergerak satu komando demi kemajuan daerah.
Kekompakan sebagai Benteng: Budaya Melayu yang menjunjung tinggi musyawarah dan gotong royong harus menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.
Estafet Kepemimpinan: Generasi tua membuka jalan, dan generasi muda siap menyambutnya dengan kapasitas ilmu pengetahuan yang mumpuni.
Apresiasi Tinggi untuk BP3KR
Tidak lupa, Nyayang Haris juga melayangkan pujian dan rasa hormat yang tinggi kepada jajaran pengurus BP3KR yang terus konsisten merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah daerah.
“Terima kasih kepada BP3KR yang tiada henti menjaga api perjuangan ini tetap menyala. Tugas kita sekarang adalah memastikan bahwa kesejahteraan yang dicita-citakan oleh para pendiri provinsi ini benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat dari Natuna hingga ke Lingga, dari Batam hingga ke Anambas,” lanjutnya.
Harapan Baru untuk Kepri
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kemakmuran Kepri serta silaturahmi hangat antartokoh.
Melalui momentum Hari Marwah ini, pesan Nyayang Haris menggaung jelas: Kepri hanya akan menjadi raksasa maritim yang disegani jika anak tempatannya bersatu padu.
Semangat bahu-membahu kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah seruan aksi (call to action) bagi seluruh anak Melayu untuk membawa Kepulauan Riau menuju masa depan yang cemerlang dan bermartabat.
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan