SEGANTANGLADA.ID
TANJUNGPINANG — Peringatan Hari Marwah Kepulauan Riau (Kepri) yang jatuh pada Jumat 15 Mei 2026.
Berlangsung khidmat dan penuh emosi. Bertempat di Gedung Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Tanjungpinang, riuh tepuk tangan penonton pecah saat maestro muda, Qurnia Febrianti—yang akrab disapa Febi—mulai menggesek biolanya di atas panggung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lewat tajuk pertunjukan “Ayunan Biola”, Febi sukses memukau seluruh tokoh masyarakat, akademisi, dan seniman yang hadir. Melodi yang lahir dari dawai biolanya seakan membawa bernostalgia sekaligus membakar kembali semangat perjuangan terbentuknya Provinsi Kepri puluhan tahun silam.
Refleksi Perjuangan Melalui Dawai Biola
Gedung BP3KR yang menjadi saksi bisu sejarah berdirinya Bunda Tanah Melayu ini mendadak hening begitu Febi menarik busur biolanya.
Komposisi musik yang dibawakannya memadukan teknik klasik yang megah dengan cengkok melayu yang mendayu namun bertenaga.
Setiap nada yang keluar seperti menceritakan gelombang pasang surut perjuangan masyarakat Kepri dalam meraih otonomi daerah.
Menurut beberapa penonton yang hadir, penampilan Febi bukan sekadar hiburan pengisi acara, melainkan sebuah refleksi budaya yang sangat mendalam.
“Ayunan biola dari Febi tadi benar-benar menyentuh hati. Ada rasa haru, tapi juga ada kebanggaan yang luar biasa sebagai anak daerah. Ini adalah bentuk komunikasi seni yang berhasil menyampaikan pesan Marwah Kepri yang sesungguhnya,” ujar salah satu tokoh pemuda yang hadir di lokasi.
Menjaga Marwah di Era Modern
Peringatan Hari Marwah Kepri tahun 2026 ini memang terasa spesial. Kehadiran seniman muda seperti Qurnia Febrianti Febi menjadi bukti nyata bahwa estafet pembangunan dan penjagaan identitas Kepri kini mulai diisi oleh generasi muda yang kreatif dan berakar pada budaya lokal.
Pertunjukan “Ayunan Biola” di Gedung BP3KR ini menegaskan kembali bahwa esensi dari ‘Marwah’ bukan hanya sekadar mengenang masa lalu, melainkan bagaimana generasi hari ini mampu membawa nama Kepulauan Riau melambung tinggi di kancah nasional maupun internasional tanpa kehilangan jati diri ke-Melayu-annya.
Acara yang berlangsung hingga malam hari tersebut ditutup dengan apresiasi yang luar biasa dari para tokoh pendiri provinsi (BP3KR) yang tampak hadir di barisan depan, memberikan penghormatan atas dedikasi para seniman lokal yang terus merawat ingatan kolektif masyarakat Kepri melalui karya terbaik mereka.
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan