Prof Abdul Malik Ajak Masyarakat Meninjau Kilas Balik Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepri

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEGANTANGLADA.ID

Karimun- Akademisi dan budayawan Melayu, Prof Abdul Malik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meninjau kembali kilas balik perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian penting dalam menjaga identitas dan semangat pembangunan daerah.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang diselenggarakan oleh Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) di Ballroom Hotel Karimun City, Jumat (8/5) siang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Prof Abdul Malik menegaskan bahwa sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau bukan hanya rangkaian peristiwa politik dan administrasi pemerintahan, tetapi juga perjalanan panjang masyarakat kepulauan dalam memperjuangkan identitas, hak pembangunan, dan masa depan daerah perbatasan.

“Mari sesama meninjau kilas balik perjuangan ini. Kita harus memahami bahwa lahirnya Provinsi Kepulauan Riau merupakan hasil dari semangat persatuan masyarakat yang ingin daerahnya berkembang sesuai karakter wilayah kepulauan dan budaya Melayu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa perjuangan pembentukan Kepri berlangsung melalui proses panjang yang melibatkan banyak tokoh masyarakat, pejuang daerah, akademisi, pemuda, hingga elemen masyarakat akar rumput. Menurutnya, perjuangan tersebut dibangun atas dasar kesadaran bersama bahwa wilayah Kepulauan Riau memiliki tantangan geografis dan kebutuhan pembangunan yang berbeda dari daerah lain.

Prof Abdul Malik menilai, penting bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan tersebut agar tidak kehilangan jati diri daerah di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman.

“Generasi muda harus mengetahui bagaimana para tokoh dahulu berjuang dengan keterbatasan, namun memiliki semangat besar demi lahirnya provinsi ini. Dari sejarah itu kita belajar tentang persatuan, pengorbanan, dan kecintaan terhadap daerah,” katanya.

Dalam seminar itu, ia juga menyoroti pentingnya dokumentasi sejarah yang akurat dan komprehensif. Menurutnya, penulisan sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau harus dilakukan secara objektif dengan melibatkan berbagai sumber, pelaku sejarah, arsip, dan kesaksian masyarakat agar menjadi referensi yang utuh bagi generasi mendatang.

Ia mengatakan, sejarah tidak hanya berfungsi sebagai catatan masa lalu, tetapi juga menjadi pedoman dalam menentukan arah pembangunan masa depan daerah.

“Kalau sejarah dipahami dengan baik, maka masyarakat akan mengerti mengapa Kepri dibentuk, apa tujuan perjuangannya, dan bagaimana cita-cita itu harus dilanjutkan,” ungkapnya.

Prof Abdul Malik juga menyinggung posisi strategis Kepulauan Riau sebagai wilayah maritim dan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Menurutnya, sejak awal para pejuang pembentukan Kepri telah memiliki visi agar daerah ini mampu berkembang menjadi kawasan maju berbasis kemaritiman, perdagangan internasional, dan budaya Melayu.

Karena itu, ia menilai pembangunan Kepri ke depan harus tetap berpijak pada nilai sejarah, identitas budaya, serta semangat kebersamaan masyarakat kepulauan.

Seminar Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau tersebut dihadiri sejumlah tokoh pejuang pembentukan Kepri, mantan pejabat daerah, akademisi, budayawan, tim penulis sejarah, dan masyarakat dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi ruang diskusi untuk menghimpun berbagai catatan sejarah, pengalaman perjuangan, serta pandangan mengenai perjalanan lahirnya Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah otonom di kawasan perbatasan Kawasan Melayu.

OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

Berita Terkait

Menyusuri Pesisir Singkep: Catatan Perjalanan Spiritual Nurdin Basirun di Bumi Lingga
Hadiri Wisuda Tahfidz Ponpes Baitul Qur’an, Nurdin Basirun Bakar Semangat Para Penjaga Al-Qur’an di Dabo Singkep
Safari Dakwah di Lingga: Nurdin Basirun Rajut Silaturahmi Lewat Rangkaian Agenda Keagamaan di Dabo Singkep  
​”Menjaga Marwah Kepri”: Mengapa Sosok Nurdin Basirun Masih Menjadi Harapan Rakyat Melayu?
Atasi Eksploitasi Pekerja ‘Passing’ di Perbatasan, BP3KR Usulkan Skema Special Border Treatment dengan Malaysia
BP3KR Desak DPR Sahkan RUU Daerah Kepulauan dan Tuntut Reformasi Fiskal Maritim
Penuh Khidmat, Alunan Biola Syahdu Narisha Cinta Srimulyani Warnai Peringatan Hari Marwah Kepri di Gedung BP3KR  
Alunan Biola Qurnia Febrianti “Guncang” Gedung BP3KR di Hari Marwah Kepri
Berita ini 9 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:33 WIB

Gerilya Limbah PT KHS di Laut Kepri: Saat Otoritas Pelabuhan Memilih “Tuli dan Gagu”  

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Fenomena ‘No Viral, No Action’ di Baran: Warga Bayar Iuran Kebersihan, Tapi Disuguhi Pemandangan ‘Gunung’ Sampah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Kepanikan Siang Bolong di Perumahan TMK Sei. Raya: Petugas BPBD Evakuasi Ular Sanca Sepanjang 3 Meter

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:46 WIB

Gagal Kendali, APV Hentak Pembatas Jalan di Karimun Sampai Hancur, Pengemudi Selamat”

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:03 WIB

Ujian Madrasah 2026 di MTsN Karimun Sukses Digelar, Endang Eryani, S.Pd.: “Momentum Mencetak Generasi Berakhlak”

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:55 WIB

Siswa Terbaik MTsN Karimun Siap Menggebrak Jakarta: Muhammad Haiqal Rifkie Lolos Seleksi Jambore Nasional XII 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:45 WIB

Kasi Pendidikan Islam Kemenag Karimun Pantau Pelaksanaan Ujian Madrasah di MTsN Karimun  

Senin, 11 Mei 2026 - 15:23 WIB

Panen Prestasi! SMPN 1 Karimun Borong 6 Piala di Ajang FLS2N Tingkat Kabupaten

Berita Terbaru