SEGANTANGLADA.ID
Karimun- Mantan Gubernur Kepulauan Riau periode 2016–2019, Nurdin Basirun, menegaskan bahwa perjuangan para tokoh pembentukan Provinsi Kepulauan Riau tidak boleh dilupakan oleh generasi muda. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Seminar Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang digelar oleh Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) di Ballroom Hotel Karimun City, Jumat (8/5) siang.
Dalam forum yang dihadiri tokoh pejuang pembentukan Kepri, akademisi, tim penulis sejarah, serta masyarakat tersebut, Nurdin Basirun menyampaikan bahwa lahirnya Provinsi Kepulauan Riau merupakan hasil perjuangan panjang penuh pengorbanan, persatuan, dan semangat kebersamaan masyarakat kepulauan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sejarah pembentukan Kepri bukan hanya sekadar catatan administratif pemekaran wilayah, melainkan simbol perjuangan masyarakat maritim yang ingin memperoleh pemerataan pembangunan, pelayanan pemerintahan yang lebih dekat, serta perhatian khusus terhadap kawasan perbatasan negara.
“Perjuangan ini tidak mudah. Banyak tokoh yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kehidupan pribadinya demi lahirnya Provinsi Kepulauan Riau. Karena itu perjuangan mereka harus terus dikenang dan diteruskan,” ungka Nurdin Basirun dalam dialog seminar tersebut.
Ia mengatakan, generasi muda Kepri perlu memahami sejarah daerahnya agar memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga persatuan dan melanjutkan pembangunan daerah. Menurutnya, semangat perjuangan para pendiri Kepri harus diwariskan sebagai fondasi moral dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Nurdin Basirun juga menyoroti posisi strategis Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Ia menilai, cita-cita awal pembentukan Kepri adalah menjadikan wilayah ini sebagai kawasan maritim maju yang mampu memanfaatkan potensi perdagangan internasional, pelabuhan, industri, dan pariwisata.
“Kepri memiliki posisi strategis dunia. Karena itu semangat para pejuang dulu bukan hanya memisahkan diri secara administratif, tetapi bagaimana masyarakat Kepri bisa lebih maju, sejahtera, dan memiliki daya saing internasional,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin Basirun juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan dan menghargai jasa para tokoh pembentukan Kepri yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat kepulauan sejak puluhan tahun lalu.
Ia menilai, upaya penulisan sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau sangat penting agar perjalanan perjuangan daerah tidak hilang ditelan waktu. Dokumentasi sejarah, menurutnya, akan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang mengenai bagaimana semangat persatuan masyarakat Kepri mampu melahirkan provinsi sendiri.
“Kalau sejarah tidak ditulis dengan baik, generasi berikutnya tidak akan memahami bagaimana beratnya perjuangan dulu. Seminar seperti ini penting untuk meluruskan sejarah dan menghargai jasa para pejuang,” ungkapnya.
Dialog seminar yang dilaksanakan BP3KR tersebut menjadi ruang diskusi bagi para pelaku sejarah dan tim penulis dalam mengumpulkan berbagai data, pengalaman, serta pandangan mengenai perjalanan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Selain membahas sejarah perjuangan pembentukan provinsi, forum itu juga menyinggung tantangan pembangunan Kepri ke depan, terutama dalam penguatan ekonomi maritim, kawasan perdagangan lintas batas, investasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan identitas budaya Melayu sebagai karakter utama masyarakat Kepulauan Riau.
Kegiatan berlangsung penuh suasana kekeluargaan dan penghormatan terhadap para tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah daerah perbatasan Indonesia tersebut.
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan