Syuzairi Hadiri Dialog Seminar Penulisan Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEGANTANGLADA.ID

Karimun-Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) menggelar Dialog Seminar Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau di Ballroom Hotel Karimun City, Jumat (8/5) siang.

Dalam seminar tersebut, Syuzairi yang dikenal sebagai salah satu tokoh BP3KR menegaskan pentingnya semangat lintas batas dan prioritas visi-misi Kepulauan Riau dalam perjalanan sejarah pembentukan Provinsi Kepri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga harus menjadi landasan dalam membangun persatuan, identitas daerah, dan arah pembangunan Kepri ke depan.

Dialog seminar ini menghadirkan tim penulis sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau serta sejumlah tokoh masyarakat, pejuang pembentukan daerah, akademisi, dan undangan lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan menghimpun berbagai pandangan, dokumentasi, dan pengalaman para pelaku sejarah untuk memperkuat penulisan sejarah resmi pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Syuzairi Tekankan Pentingnya Konsep Lintas Batas Kepri–Malaysia–Singapura dalam Seminar Sejarah Pembentukan Kepri

Dalam Dialog Seminar Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang digelar oleh Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) di Ballroom Hotel Karimun City, Jumat (8/5) siang,

Syuzairi menyoroti pentingnya penguatan konsep lintas batas sebagai roh utama pembangunan Kepulauan Riau sejak awal perjuangan pembentukan provinsi.

Menurut Syuzairi, posisi geografis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura menjadikan daerah ini memiliki karakter pembangunan yang berbeda dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Karena itu, visi pembentukan Kepri sejak awal tidak hanya berbicara soal pemekaran wilayah administratif, tetapi juga membangun kawasan ekonomi strategis berbasis konektivitas regional.

 

Ia menjelaskan bahwa konsep lintas batas Kepri–Malaysia–Singapura harus diarahkan pada efisiensi perdagangan, mobilitas masyarakat, serta penyederhanaan biaya ekonomi, khususnya dalam sektor perpajakan dan distribusi barang antarnegara.

“Kepri sejak awal diperjuangkan sebagai wilayah yang mampu menjadi jembatan ekonomi internasional. Maka kebijakan lintas batas harus memberikan kemudahan, bukan justru memperbesar beban biaya perdagangan dan logistik,” ujar Syuzairi dalam forum seminar.

Ia menilai, tingginya biaya pajak dan administrasi lintas batas masih menjadi tantangan yang memengaruhi daya saing pelaku usaha di Kepulauan Riau. Padahal, kedekatan wilayah Kepri dengan Johor Malaysia dan Singapura seharusnya menjadi keuntungan strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Syuzairi juga menekankan perlunya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar aktivitas perdagangan lintas batas dapat berjalan lebih efisien, termasuk penguatan kawasan perdagangan bebas, pelabuhan internasional, dan kemudahan arus barang serta investasi.

Menurutnya, semangat perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau dahulu berangkat dari kebutuhan masyarakat perbatasan yang menginginkan pemerataan pembangunan dan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan karakter wilayah maritim.

“Kalau biaya lintas batas bisa ditekan, maka sektor perdagangan, UMKM, industri maritim, hingga pariwisata Kepri akan bergerak lebih cepat. Ini sejalan dengan cita-cita awal para pejuang pembentukan provinsi,” katanya.

Dialog seminar tersebut dihadiri sejumlah tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, tim penulis sejarah, akademisi, serta unsur masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendokumentasian sejarah pembentukan Kepri agar generasi mendatang memahami nilai perjuangan, arah pembangunan, serta visi strategis daerah perbatasan Indonesia di kawasan Asia Tenggara

OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

 

Berita Terkait

Menyusuri Pesisir Singkep: Catatan Perjalanan Spiritual Nurdin Basirun di Bumi Lingga
Hadiri Wisuda Tahfidz Ponpes Baitul Qur’an, Nurdin Basirun Bakar Semangat Para Penjaga Al-Qur’an di Dabo Singkep
Safari Dakwah di Lingga: Nurdin Basirun Rajut Silaturahmi Lewat Rangkaian Agenda Keagamaan di Dabo Singkep  
​”Menjaga Marwah Kepri”: Mengapa Sosok Nurdin Basirun Masih Menjadi Harapan Rakyat Melayu?
Atasi Eksploitasi Pekerja ‘Passing’ di Perbatasan, BP3KR Usulkan Skema Special Border Treatment dengan Malaysia
BP3KR Desak DPR Sahkan RUU Daerah Kepulauan dan Tuntut Reformasi Fiskal Maritim
Penuh Khidmat, Alunan Biola Syahdu Narisha Cinta Srimulyani Warnai Peringatan Hari Marwah Kepri di Gedung BP3KR  
Alunan Biola Qurnia Febrianti “Guncang” Gedung BP3KR di Hari Marwah Kepri
Berita ini 23 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:33 WIB

Gerilya Limbah PT KHS di Laut Kepri: Saat Otoritas Pelabuhan Memilih “Tuli dan Gagu”  

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Fenomena ‘No Viral, No Action’ di Baran: Warga Bayar Iuran Kebersihan, Tapi Disuguhi Pemandangan ‘Gunung’ Sampah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Kepanikan Siang Bolong di Perumahan TMK Sei. Raya: Petugas BPBD Evakuasi Ular Sanca Sepanjang 3 Meter

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:46 WIB

Gagal Kendali, APV Hentak Pembatas Jalan di Karimun Sampai Hancur, Pengemudi Selamat”

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:03 WIB

Ujian Madrasah 2026 di MTsN Karimun Sukses Digelar, Endang Eryani, S.Pd.: “Momentum Mencetak Generasi Berakhlak”

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:55 WIB

Siswa Terbaik MTsN Karimun Siap Menggebrak Jakarta: Muhammad Haiqal Rifkie Lolos Seleksi Jambore Nasional XII 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:45 WIB

Kasi Pendidikan Islam Kemenag Karimun Pantau Pelaksanaan Ujian Madrasah di MTsN Karimun  

Senin, 11 Mei 2026 - 15:23 WIB

Panen Prestasi! SMPN 1 Karimun Borong 6 Piala di Ajang FLS2N Tingkat Kabupaten

Berita Terbaru