Sentuhan Melayu-Internasional: Mengapa Kebijakan Pusat Sering “Meleset” di Kepulauan Riau?  

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEGANTANGLADA.ID

​KEPRI – Pemerintah Pusat diminta untuk lebih jeli dalam memetakan kebijakan pembangunan di wilayah Kepulauan Riau.

Hal ini menyusul adanya pandangan bahwa gaya hidup dan karakteristik masyarakat Kepri memiliki keunikan tersendiri yang lebih condong pada perpaduan budaya Melayu dan pengaruh Internasional, ketimbang pola “Indonesia Nasional” yang umum diterapkan di wilayah daratan besar (interland).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pandangan ini disampaikan oleh salah seorang warga Kepulauan Riau yang menyoroti betapa seringnya proyek atau regulasi dari Jakarta gagal menangkap esensi kebutuhan lokal.

​Identitas Unik: Antara Adat dan Globalisasi

​Menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya ini, letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia membentuk pola pikir (mindset) dan gaya hidup masyarakat yang berbeda.

​”Masyarakat Kepri itu akarnya Melayu, tapi pandangannya Internasional karena setiap hari kita bersinggungan dengan dunia luar. Gaya hidup kita lebih ke arah sana daripada mengikuti standar nasional yang dipukul rata dari pusat,” ungkapnya.

​Ia menambahkan, bahwa kebijakan yang bersifat seragam (one-size-fits-all) seringkali tidak relevan jika diterapkan di Kepri. “Cara kita berdagang, cara kita bersosialisasi di kedai kopi, hingga ekspektasi kita terhadap kualitas layanan itu punya standar sendiri. pusat mesti faham akan hal ini.”

​Kawasan yang Tidak Bisa “Dipukul Rata”Kawasan yang Tidak Bisa “Dipukul Rata”

​Narasumber tersebut juga menekankan bahwa Kepri sendiri terdiri dari berbagai kawasan dengan karakteristik yang berbeda. Kondisi di pusat , tidak seperti di Kepri Batam dan Tanjungpinang sangat berbeda dengan wilayah kepulauan di Lingga, Natuna, atau Anambas.

“Pemerintah Pusat harus memahami bahwa Kepulauan Riau memiliki denyut nadi yang berbeda; kita tidak bisa disamakan begitu saja dengan standar wilayah lain di Indonesia karena identitas kita adalah perpaduan antara akar Melayu yang kuat dan gaya hidup internasional yang terbuka,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia menegaskan, bahwa setiap kebijakan atau proyek yang masuk harus memiliki fleksibilitas tinggi, mengingat karakter masyarakat Kepri yang lebih sinkron dengan pola interaksi global dan sosiologi kepulauan daripada sekadar mengikuti tren nasional yang seringkali terasa kaku dan tidak relevan dengan kondisi riil di lapangan.

​”Tidak semua kawasan dapat dipukul rata. Ada daerah yang boleh skala project masional dan ada sangat siap dengan industri global, dengan yang sangat kental dengan tradisi bahari Melayu.

Jika pemerintah pusat memaksakan satu konsep nasional—seperti model ritel kaku atau kebijakan ekonomi yang tidak fleksibel—maka potensi asli daerah justru akan terhambat,” tegasnya.

 

​Urgensi Pemahaman Lokal dalam Proyek Strategis

 

​Kritik ini diarahkan agar setiap proyek strategis maupun regulasi ekonomi yang masuk ke Kepri benar-benar melalui proses kurasi yang berbasis pada kearifan lokal.

Konsep seperti Kedai Market Modern Melayu atau pusat ekonomi yang memiliki ruang sosial terbuka dianggap lebih masuk akal daripada sekadar membangun infrastruktur tanpa jiwa.

​”Pusat harus belajar bahwa membangun Kepri bukan sekadar membangun Indonesia dalam skala kecil.

Ini adalah membangun gerbang internasional yang fondasinya adalah budaya Melayu. Jika sinkronisasi ini tidak ketemu, jangan heran kalau banyak proyek yang akhirnya terbengkalai atau tidak maksimal manfaatnya bagi warga lokal,” pungkasnya.

​Dualisme Budaya:

Menyoroti identitas masyarakat Kepri yang merupakan perpaduan harmonis antara nilai tradisional Melayu dan gaya hidup kosmopolitan/internasional.

​Kritik Kebijakan Sentralistik:

Menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya bersifat seragam tanpa melihat spesifikasi wilayah.

​Harapan: 

Adanya pengakuan terhadap “keistimewaan” gaya hidup kepulauan dalam setiap pengambilan keputusan di tingkat nasional.***

OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

Berita Terkait

Pengadilan Negeri Tanjungpinang dan UMRAH Resmi Kerja Sama, Buka Ruang Belajar Hukum untuk Mahasiswa Lintas Prodi
Bukan Sekadar Wacana, UMRAH Pelopori Penggunaan Solar Panel dan Edukasi Energi Berkelanjutan
Rektor UMRAH Prof. Agung Dhamar Syakti Bawa Misi Maritim Indonesia ke India, Perkuat Jejaring Indo-Pasifik di Kurukshetra University
PERIKATKAN PERADABAN MARITIM: 876 WISUDAWAN UMRAH SIAP JADI NAHKODA BLUE ECONOMY DARI BUMI SEGANTANGLADA
MELANGKAH KE PANGGUNG GLOBAL: UPA BAHASA UMRAH SIKAT SERTIFIKASI ISO 9001:2015, SIAP ROAKAN LAYANAN BERBASIS DIGITAL
GEMPURAN KARIR DI TANJUNG PINANG: UMRAH BUKA JALAN 878 CALON WISUDAWAN TEMBUS DUNIA KERJA
Gagasan LINDUNGI Antar Tim Cendekia Muda UMRAH Raih Prestasi Nasional di ARETÈ Essay Competition 2026
SILATURAHIM DUA TOKOH: DATO HUZRIN HOOD SAMBANGI TGB DI MATARAM, TEGASKAN IKATAN BUMU SEGANTANG LADA DAN NUSA TENGGARA
Berita ini 3 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Gemilang Prestasi SMPN 2 Tebing di FTBI Sub Rayon 1: Borong 5 Gelar Sekaligus!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:39 WIB

SMP Negeri 1 Tebing Gandeng Kejaksaan Negeri Karimun Melalui Program “Jaksa Masuk Sekolah”, Wujudkan Pelajar Cerdas dan Taat Hukum Sejak Dini

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

Bantai SMAN 3 Karimun 4-0, Tim Futsal MAN Karimun Tampil Perkasa di Laga Perdana Smasy Cup 

Jumat, 25 September 2026 - 15:53 WIB

TIM MAN KARIMUN BORONG DUA PENGHARGAAN DI AJANG PRESENTASI PROPOSAL USAHA SOCIOSEPRENEURSHIP BEM FPIK UMRAH 2026

Senin, 21 September 2026 - 15:50 WIB

Optimisme Baru MAN Karimun: Perkuat Silaturahmi dan Transparansi lewat Musyawarah Komite

Jumat, 18 September 2026 - 13:40 WIB

Tingkatkan Kesejahteraan Pendidik, UPT Puskesmas Tanjungbatu Gelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di MTsN Karimun

Rabu, 16 September 2026 - 13:37 WIB

MTsN Karimun Gelar Maraton Rapat Kerja TP 2026/2027 Sekaligus Persiapan Belajar Dari Rumah (BDR)

Minggu, 13 September 2026 - 06:14 WIB

Membenteng Generasi Muda dan Menjaga Bumi, SMPN 2 Karimun Gelar Pembekalan Satgas Anti Narkoba dan Kader Adiwiyata

Berita Terbaru