SEGANTANGLADA.ID
Tanjungpinang — Suasana Auditorium Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Dompak tampak berbeda dari biasanya. Ratusan calon lulusan berkumpul dengan antusiasme tinggi, bersiap melangkah dari bangku kuliah menuju lanskap profesional. Pada Sabtu (19/9), kampus kebanggaan Bunda Tanah Melayu ini menggelar Pembekalan dan Job Fair bagi 878 calon wisudawan Sarjana UMRAH ke-27 Tahun 2026 yang dihelat secara hybrid.
Langkah strategis ini bukan sekadar agenda rutin menjelang wisuda, melainkan batu loncatan besar bagi UMRAH dalam menjembatani para lulusannya dengan berbagai raksasa industri di Bumi Segantang Lada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Kunci: Gandeng Raksasa Industri dan Pemprov Kepri
Diinisiasi melalui kerja sama erat antara UMRAH, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta jajaran mitra strategis, bursa kerja ini menghadirkan jajaran nama besar. Perusahaan ternama seperti PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Bank Mandiri, PT AMC Bintan, PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bintan, Indonesia SEZ Galang Batang, hingga PT Arus Digital Sinergi (ADS) turut hadir berburu talenta terbaik.
Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UMRAH, Dr. Rafky Rasyid, S.E., M.M., menegaskan bahwa Job Fair ini menjadi pijakan awal pendirian Bursa Kerja Khusus (BKK) resmi yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan RI.
“Kami diminta langsung oleh Pak Gubernur Kepri untuk mendirikan BKK. Job Fair hari ini adalah langkah awal membangun aliansi strategis dengan dunia industri, memberi kepastian status kerja atau kewirausahaan bagi alumni sebelum toga resmi disematkan,” tegas Rafky.
Pesan Tangguh dari Dompak: Jangan Menyerah Sebelum Berjuang
Mewakili Rektor UMRAH, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Nancy Willian, S.Si., M.M., membuka acara secara resmi seraya menyuntikkan semangat pantang menyerah. Di hadapan ratusan calon lulusan, Nancy membagikan resep perjuangan kariernya saat meniti jalan di Kota Batam.
Nostalgia Perjuangan: Nancy mengisahkan masa mudanya saat mengandalkan koran dan media massa untuk melamar kerja tanpa kemudahan Job Fair seperti saat ini.
Kerja Keras Tanpa Batas: Beliau sempat menjalani dua peran sekaligus—menjadi Quality Control (QC) Engineering di perusahaan minyak sejak pagi hingga sore, lalu bergegas mengajar di perguruan tinggi hingga malam hari.
Pesan Adaptabilitas: Generasi muda diminta cepat beradaptasi dengan dinamika industri modern agar tidak menyia-nyiakan fasilitas yang telah disiapkan kampus.
Mencetak Generasi Maritim yang Siap Kerja
Pelaksanaan Job Fair ini mempertegas komitmen UMRAH sebagai perguruan tinggi berorientasi maritim yang tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga tenaga kerja profesional dan wirausahawan tangguh. Dengan terbukanya akses kerja sebelum hari wisuda tiba, para lulusan diharapkan mampu langsung berkontribusi memajukan perekonomian Kepulauan Riau dan Indonesia.***


















Tinggalkan Balasan