SEGANTANGLADA.ID
TANJUNGPINANG— Langkah nyata menuju kemandirian dan keberlanjutan energi terus digaungkan dari bumi Bunda Tanah Melayu. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bergandengan tangan dengan Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Kebijakan Energi bertajuk “Penguatan Cadangan Energi Nasional dalam Kerangka Pelaksanaan Kebijakan Energi Nasional”, yang berlangsung semarak di Gedung Auditorium Kampus UMRAH, Dompak, Rabu 30 September 2026.

Kegiatan yang menghubungkan dunia akademik dengan isu strategis nasional ini dibuka secara resmi oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA. Dalam tatanan dunia yang kian dinamis, isu energi bukan lagi sekadar wacana teknis, melainkan fondasi kedaulatan bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan hangatnya, Prof. Agung Dhamar Syakti menggarisbawahi betapa laju kebutuhan energi masyarakat saat ini bergerak sangat masif.

Oleh karena itu, membangun kesadaran kolektif akan pemanfaatan sumber energi yang berkelanjutan menjadi sebuah keharusan, bukan lagi pilihan.
“Sangat penting sekali untuk kita menyadari bahwa kebutuhan energi saat ini sangat besar,” tegas Rektor UMRAH di hadapan ratusan peserta.
Tidak sekadar berwacana, UMRAH telah melangkah lebih dulu sebagai pelopor kampus hijau berbasis bahari di Kepulauan Riau.
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sudah diimplementasikan secara nyata di kawasan kampus. Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau panel surya kini telah menghiasi dan menyokong kebutuhan energi di beberapa titik strategis Kampus UMRAH.
Prof. Agung berharap gerakan pemanfaatan EBT ini dapat bereskalasi luas—tidak hanya berhenti di batas pagar perguruan tinggi, tetapi juga menular ke sektor-sektor publik seperti gedung perkantoran pemerintah hingga institusi pendidikan persekolahan di seluruh pelosok Kepulauan Riau.
“UMRAH terus berupaya menggunakan energi baru terbarukan,” pungkasnya menanggapi komitmen jangka panjang kampus maritim tersebut.
Kolaborasi Multisektor: Menatap Masa Depan Energi dari Tanjungpinang
Sosialisasi ini dipandu energik oleh Moderator Ary Satia Dharma, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Akademik, Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UMRAH. Diskusi panel yang dihadirkan terasa sangat komprehensif berkat kehadiran para pakar dan pemangku kebijakan lintas sektor:
Dewan Energi Nasional (DEN) RI: Diwakili oleh Muhammad Kholid Syeirazi, Anggota DEN periode 2026–2030 dari Unsur Pemangku Kepentingan, yang membedah arsitektur kebijakan energi nasional serta urgensi menjaga cadangan energi strategis Indonesia.
Pertamina Patra Niaga: Dihadiri oleh Fanda Chrismianto selaku General Manager Regional 1 SUMBAGUT, yang memaparkan kesiapan distribusi, rantai pasok, dan tantangan logistik energi di wilayah kepulauan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau: Dihadiri langsung oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri, M. Darwin, M.T., yang menyoroti potensi lokal serta arah kebijakan energi daerah.
Akademisi UMRAH: Basyaruddin Ismail Harahap, S.Pd., M.T., Dosen Asisten Ahli Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman (FTTK) UMRAH, memberikan sudut pandang akademis, riset EBT, dan teknologi kemaritiman.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan akademisi ini memberikan lanskap pemikiran yang utuh bagi para peserta dalam memetakan peluang serta tantangan transisi energi di Indonesia.
Antusiasme 600 Mahasiswa: Generasi Muda Siap Kawal Ketahanan Energi
Tak kurang dari 600 mahasiswa dari berbagai program studi memadati ruang auditorium maupun ruang digital secara daring. Antusiasme generasi muda ini membuktikan bahwa isu ketahanan energi memiliki daya tarik kuat bagi calon-calon pemimpin masa depan.Sesi diskusi interaktif menjadi panggung dialog dinamis.
Para mahasiswa memanfaatkan momen ini untuk melempar pertanyaan kritis serta berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai masa depan energi terbarukan, ketahanan energi pulau-pulau kecil, hingga peran pemuda dalam mendukung transisi hijau.
Melalui helatan ini, UMRAH tidak hanya menegaskan posisinya sebagai benteng ilmu pengetahuan maritim di Tanah Bunda Melayu, tetapi juga sebagai motor penggerak kesadaran lingkungan dan ketahanan energi nasional. Sebuah ikhtiar nyata dari tapal batas negeri untuk Indonesia yang mandiri, hijau, dan berdaulat secara energi.***


















Tinggalkan Balasan