Perlu Pembinaan Khusus Bagi Perangkat Desa di Kabupaten Lingga

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingga- (SL) Hasil investigasi dan laporan pengawasan melekat terhadap penyelenggara pemerintahan desa di Kabupaten Lingga yang dilakukan sejak Februari hingga April 2025 menunjukkan sejumlah permasalahan krusial yang membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lingga.

Permasalahan tersebut menyoroti rendahnya kedisiplinan dan etika kerja sebagian aparatur desa, serta sejumlah persoalan teknis dan struktural lainnya. (24/04/2025).

1. Disiplin Aparatur Desa Rendah
Investigasi menemukan bahwa banyak perangkat desa yang tidak menunjukkan kedisiplinan dalam menjalankan tugasnya. Jam operasional kantor desa yang seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB, dalam kenyataannya banyak baru dibuka pukul 08.30 bahkan hingga pukul 09.00 WIB. Lebih parah lagi, terdapat beberapa kantor desa yang meskipun pintunya terbuka, namun tidak ditemukan keberadaan kepala desa maupun perangkatnya. Contoh nyata terjadi di Desa Batu Berdaun, di mana ketika tim media berkunjung untuk melakukan wawancara, tidak ada satupun aparatur desa yang berada di kantor.

2. Infrastruktur Kantor Desa Belum Memadai
Di Desa Kuala Raya, kantor desa dilaporkan masih belum diserahterimakan secara resmi dari pemerintah kabupaten kepada pihak desa. Hal ini mengakibatkan kondisi bangunan tidak terawat dengan baik dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat pelayanan masyarakat.

3. Program Budidaya Perikanan Belum Didukung Kajian Ilmiah
Beberapa desa seperti Desa Tinjul, Berindat Jagoh, dan Sungai Buluh telah berhasil mengembangkan budidaya perikanan tambak darat, khususnya udang vaname, dengan menggunakan dana desa. Meskipun hasil panen menunjukkan kesuksesan, namun hingga kini kegiatan tersebut belum dilengkapi dengan kajian ilmiah yang memadai, baik dari segi kelayakan lingkungan, keberlanjutan produksi, maupun manajemen risiko. Hal ini berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari jika tidak segera ditindaklanjuti.

4. Masalah Kemiskinan Ekstrem
Kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan besar di beberapa desa. Salah satu kasus paling memprihatinkan ditemukan di Desa Pelakak, di mana seorang ayah dan anak perempuan dewasa tinggal di rumah tidak layak huni yang kondisinya menyerupai kandang ayam. Kepala Desa Pelakak, Murni, mengungkapkan keinginannya untuk membantu melalui program bedah rumah, namun ia terkendala oleh aturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak dapat merealisasikan bantuan tersebut tanpa melanggar hukum.

5. Efisiensi dan Pemangkasan Anggaran Desa
Kepala desa di berbagai wilayah Kabupaten Lingga juga menghadapi tekanan berat terkait pemangkasan anggaran dan efisiensi belanja desa yang diarahkan oleh pemerintah pusat. Banyak Rencana Kerja (Renja) Desa yang telah disusun sebelumnya harus direvisi secara menyeluruh sesuai arahan dari Presiden RI dan Kementerian Desa. Hal ini menyebabkan sejumlah program unggulan dan prioritas tidak dapat direalisasikan sebagaimana mestinya.


Dengan mempertimbangkan berbagai temuan di atas, Pemerintah Kabupaten Lingga diharapkan dapat:

Melaksanakan pembinaan khusus dan intensif terhadap kepala desa dan perangkat desa secara berkala.
Mendorong peningkatan disiplin kerja dan etika pelayanan publik.
Mempercepat proses serah terima infrastruktur kantor desa yang belum tuntas.

Melibatkan lembaga riset atau perguruan tinggi dalam mendukung program budidaya desa dengan kajian ilmiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merumuskan strategi bantuan sosial dan pembangunan rumah layak huni dengan pendekatan yang sesuai hukum.
Memfasilitasi penyesuaian anggaran desa dengan cara yang tetap mengedepankan program prioritas untuk kesejahteraan masyarakat desa.
Pemerintah desa merupakan ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling bawah.

Oleh karena itu, pembinaan, dukungan, dan pengawasan dari pemerintah kabupaten menjadi sangat penting untuk memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan dengan baik, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.


(Oneng).

Berita Terkait

Menyusuri Pesisir Singkep: Catatan Perjalanan Spiritual Nurdin Basirun di Bumi Lingga
Hadiri Wisuda Tahfidz Ponpes Baitul Qur’an, Nurdin Basirun Bakar Semangat Para Penjaga Al-Qur’an di Dabo Singkep
Safari Dakwah di Lingga: Nurdin Basirun Rajut Silaturahmi Lewat Rangkaian Agenda Keagamaan di Dabo Singkep  
​”Menjaga Marwah Kepri”: Mengapa Sosok Nurdin Basirun Masih Menjadi Harapan Rakyat Melayu?
Atasi Eksploitasi Pekerja ‘Passing’ di Perbatasan, BP3KR Usulkan Skema Special Border Treatment dengan Malaysia
BP3KR Desak DPR Sahkan RUU Daerah Kepulauan dan Tuntut Reformasi Fiskal Maritim
Penuh Khidmat, Alunan Biola Syahdu Narisha Cinta Srimulyani Warnai Peringatan Hari Marwah Kepri di Gedung BP3KR  
Alunan Biola Qurnia Febrianti “Guncang” Gedung BP3KR di Hari Marwah Kepri
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:33 WIB

Gerilya Limbah PT KHS di Laut Kepri: Saat Otoritas Pelabuhan Memilih “Tuli dan Gagu”  

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Fenomena ‘No Viral, No Action’ di Baran: Warga Bayar Iuran Kebersihan, Tapi Disuguhi Pemandangan ‘Gunung’ Sampah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Kepanikan Siang Bolong di Perumahan TMK Sei. Raya: Petugas BPBD Evakuasi Ular Sanca Sepanjang 3 Meter

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:46 WIB

Gagal Kendali, APV Hentak Pembatas Jalan di Karimun Sampai Hancur, Pengemudi Selamat”

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:03 WIB

Ujian Madrasah 2026 di MTsN Karimun Sukses Digelar, Endang Eryani, S.Pd.: “Momentum Mencetak Generasi Berakhlak”

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:55 WIB

Siswa Terbaik MTsN Karimun Siap Menggebrak Jakarta: Muhammad Haiqal Rifkie Lolos Seleksi Jambore Nasional XII 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:45 WIB

Kasi Pendidikan Islam Kemenag Karimun Pantau Pelaksanaan Ujian Madrasah di MTsN Karimun  

Senin, 11 Mei 2026 - 15:23 WIB

Panen Prestasi! SMPN 1 Karimun Borong 6 Piala di Ajang FLS2N Tingkat Kabupaten

Berita Terbaru