SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN — Wafatnya salah satu tokoh terkemuka Melayu, Said Baraqbah, meninggalkan duka mendalam sekaligus pemicu semangat baru bagi pergerakan pemuda di Tanah Melayu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Perkumpulan Media Melayu Kepulauan Riau menyebutkan bahwa kepulangan almarhum justru harus menjadi motivasi kuat bagi generasi muda Melayu untuk terus menjaga persatuan dan teguh memegang jati diri sebagai keturunan asli Kepulauan Riau.
Pesan penuh gugahan tersebut disampaikan oleh Tokoh Pemuda Melayu Asli Kepulauan Riau, Mohammad Bakhturra Ulya, S.Tr.I.Kom. Dalam sebuah momentum yang sarat kebersamaan, Bakhturra tampak hadir mendampingi Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, serta Humas Perkumpulan Media Melayu Kepulauan Riau, Ribut Supriadi.
Bakhturra Ulya—pemuda Asal Daik Lingga yang merupakan bumi putera asli tempatan berdarah Kepulauan Riau—memiliki garis keturunan perjuangan yang kental. Ia merupakan cucu dari H. Mohd Daud Khadir, sosok tokoh penting pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) sekaligus maestro pencipta lagu legendaris Segantang Lada dan Pulau Bintan.
Mengalir darah pejuang negeri di nadinya, Bakhturra menegaskan pentingnya kesadaran sejarah dan asal-usul bagi setiap anak daerah. Ia menginginkan agar anak-anak asli Kepri memahami betul silsilah dan keturunannya, sehingga dapat terhimpun secara utuh sebagai anak negeri yang memiliki kepedulian tinggi terhadap tanah kelahirannya.
“Kepergian orang tua dan tokoh kita, Almarhum Said Baraqbah, harus kita jadikan momentum ikhtiar untuk merekatkan kembali tali persaudaraan. Generasi muda Melayu tidak boleh terpecah belah. Kita harus tahu akar sejarah kita, bangga dengan identitas kita, dan berdiri tegak sebagai anak tempatan yang siap bertanggung jawab atas masa depan negeri ini,” tegas Bakhturra dengan penuh semangat.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan di Kepulauan Riau ke depan membutuhkan kekompakan dan kerja sama seluruh elemen pemuda. Berbekal nilai-nilai luhur budaya Melayu serta semangat pantang menyerah yang diwariskan para pendahulu, generasi muda dituntut untuk bahu-membahu mengisi pembangunan di berbagai sektor.
Kehadiran sosok seperti Mohammad Bakhturra Ulya bersama deretan tokoh daerah dan insan pers Melayu menjadi angin segar bagi kebangkitan pemuda. Sinergi antara pemerintah daerah, pemuda tempatan, dan media diharapkan mampu menjaga muruah Melayu sekaligus memajukan Kepulauan Riau menjadi wilayah yang gemilang dan bermartabat.***

















Tinggalkan Balasan