SEGANTANGLADA.ID
Tanjungpinang — Komitmen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dalam mewujudkan posisinya sebagai Maritime Civic Civilization University kembali dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan. Melalui gelaran Community Outreach Programme 2026, UMRAH melangkah jauh melebihi batas ruang kuliah dengan menghadirkan deretan kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kampung Sei Ladi.28 Juli 2026.

Program ini menjadi panggung kolaborasi internasional yang epik. Tak hanya melibatkan civitas akademika UMRAH, aksi sosial ini juga menggaet mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) serta peserta dari Prancis. Bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan warga lokal, mereka bahu-membahu dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan dan mengedukasi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Pelayanan Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan
Rangkaian kegiatan tidak sekadar diisi dengan penyuluhan teori. Peserta dan warga setempat tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan medis ini dapat terwujud berkat kolaborasi solid antara mahasiswa dan tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran UMRAH, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, serta Puskesmas Kampung Bugis.
Usai cek kesehatan, energi positif peserta berlanjut ke aksi gotong royong membersihkan lingkungan Kampung Sei Ladi. Pemandangan menarik terlihat ketika mahasiswa asal Indonesia, Malaysia, dan Prancis berbaur tanpa sekat bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Memegang sapu dan kantong sampah, mereka membersihkan sudut-sudut kampung sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebersihan dan kelestarian alam.

Menyasar Peran Strategis Warga: Dari Pemilahan Sampah hingga Pola Hidup Bersih
Persoalan sampah dan lingkungan kerap berakar dari kebiasaan di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini penyelenggara menaruh harapan besar agar masyarakat Kampung Sei Ladi kian paham pentingnya memilah sampah sejak dari dapur mereka sendiri.
Selain diajarkan teknik pengolahan sampah yang tepat dan berdaya guna, warga didorong untuk mengadopsi kebiasaan hidup bersih dan ramah lingkungan (eco-friendly) dalam keseharian. Sasaran utama dari edukasi ini terfokus pada kelompok-kelompok yang memegang peranan kunci di masyarakat:
Ibu Rumah Tangga: Sebagai manajer domestik yang mengelola sampah harian keluarga.
Pemuda: Sebagai penggerak perubahan dan motor aksi sosial di kampung.
Tokoh Masyarakat: Sebagai teladan dan penentu arah kebijakan lokal di tingkat RT/RW.
Kolaborasi Pentahelix: Ketika Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Menyatu
Keberhasilan pelaksanaan Community Outreach Programme 2026 ini juga tak lepas dari sokongan mitra serta aliansi strategis UMRAH. Menariknya, dukungan tak hanya datang dari instansi pemerintah dan sektor kesehatan, tetapi juga dari dunia usaha lokal Tanjungpinang seperti Prendjak dan Kedai Kopi Abu Dafi.
Sinergi lintas sektor (pentahelix) ini membuktikan sebuah narasi penting: penyelesaian masalah lingkungan dan sosial tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat itu sendiri.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kawasan Maritim
Langkah UMRAH melalui Community Outreach Programme 2026 menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi di dalam kampus semata, melainkan hadir memberikan solusi konkret bagi isu-isu riil di masyarakat.
Sinergi berkelanjutan bersama Universiti Kebangsaan Malaysia, pemerintah daerah, mitra bisnis, dan warga lokal diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan saja. Kerja sama ini ditargetkan terus tumbuh menjadi kemitraan jangka panjang yang membawa dampak positif nyata: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, hingga sokongan terhadap pembangunan kawasan maritim yang berkelanjutan di Kepulauan Riau.***

















Tinggalkan Balasan