SEGANTANGLADA.ID
Karimun- Ketua Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Huzrin Hood, menegaskan bahwa semangat perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau harus terus dilanjutkan melalui regenerasi kepemimpinan dan pengembangan daerah sebagai visi perjuangan berikutnya.
Hal tersebut disampaikan Huzrin Hood dalam “Dialog Seminar” Tim Penulis Sejarah Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Ballroom Hotel Karimun City, Jumat (8/5) siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Huzrin Hood mengatakan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun daerah perbatasan menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan memiliki daya saing internasional.
Menurutnya, setelah Kepri resmi menjadi provinsi, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga kesinambungan perjuangan melalui generasi penerus yang memahami sejarah, identitas daerah, dan arah pembangunan Kepulauan Riau.
“Regenerasi menjadi penting. Perjuangan ini tidak boleh berhenti pada generasi pendiri saja. Anak-anak muda Kepri harus memahami sejarah perjuangan daerahnya dan melanjutkan visi pembangunan yang telah dirintis para pejuang terdahulu,” ujar Huzrin Hood.
Ia menegaskan, bahwa Kepulauan Riau memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Karena itu, pembangunan Kepri ke depan harus berorientasi pada penguatan ekonomi maritim, perdagangan internasional, pengembangan pelabuhan, investasi, dan sumber daya manusia.
Huzrin Hood menjelaskan, sejak awal perjuangan pembentukan Kepri, para tokoh daerah telah memiliki cita-cita besar agar wilayah kepulauan ini mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim dan perdagangan lintas batas.
“Kepri ini berada di jalur internasional. Potensi kita besar sekali. Maka visi perjuangan berikutnya adalah pengembangan daerah secara menyeluruh agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari lahirnya Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Huzrin Hood juga menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat Kepri di tengah perkembangan zaman dan dinamika pembangunan. Ia menilai semangat kebersamaan yang dahulu menjadi kekuatan utama perjuangan pembentukan provinsi harus tetap dipertahankan.
Menurutnya, penulisan sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau memiliki arti penting agar generasi muda mengetahui proses panjang lahirnya Kepri sebagai daerah otonom. Dokumentasi sejarah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah dan menghargai jasa para tokoh perjuangan.
“Kalau sejarah tidak diwariskan, generasi mendatang akan kehilangan arah dan tidak memahami nilai perjuangan yang sesungguhnya. Karena itu seminar dan penulisan sejarah ini menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Dialog seminar itu dihadiri sejumlah tokoh pejuang pembentukan Kepri, mantan pejabat daerah, akademisi, tim penulis sejarah, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau. Forum tersebut menjadi wadah diskusi dan pengumpulan berbagai catatan sejarah, pengalaman, serta pemikiran para pelaku perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Selain membahas sejarah pembentukan provinsi, kegiatan juga menyoroti arah pembangunan Kepri ke depan, termasuk penguatan kawasan perdagangan bebas, konektivitas antarwilayah kepulauan, peningkatan pendidikan generasi muda, hingga pengembangan budaya Melayu sebagai identitas utama masyarakat Kepulauan Riau.
Kegiatan berlangsung penuh nuansa kekeluargaan dan penghormatan terhadap para tokoh pejuang daerah yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah lahirnya Provinsi Kepulauan Riau.
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan