SEGANTANGLADA.ID
TANJUNGPINANG – Kampus Dompak menjadi saksi bisu perjuangan gigih civitas akademika Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dalam mengejar mimpi ke kancah internasional. Selama dua hari penuh, terhitung sejak 27 hingga 28 April 2026, Ruang Rapat Gedung Gurindam A diselimuti atmosfer antusiasme yang kental saat seleksi wawancara Program Mobility Learning Erasmus+ (Key Action 1) berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa visi UMRAH untuk melanglang buana bukan sekadar jargon, melainkan sebuah gerakan yang terukur dan progresif.
Program prestisius yang lahir dari kolaborasi strategis antara UMRAH dengan Aix-Marseille University, Prancis, kini memasuki babak paling krusial. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen terbaik ini telah melewati saringan administratif yang sangat ketat sejak bulan Maret lalu. Mereka bukan hanya membawa tumpukan dokumen prestasi, tetapi juga memikul harapan besar untuk menjadi jembatan ilmu antara Tanjungpinang dan Marseille.

Di hadapan panel pewawancara, setiap kandidat dituntut untuk membuktikan bahwa mereka memiliki kapasitas intelektual dan mental yang layak untuk bersaing di jantung Eropa.
Sesi seleksi ini jauh dari sekadar tanya jawab biasa. Dengan menggunakan Bahasa Inggris sepenuhnya, suasana di dalam ruangan terasa sangat kompetitif sekaligus inspiratif.
Para kandidat ditantang secara kritis untuk memaparkan rencana studi mereka, mendalami motivasi personal, hingga merumuskan visi strategis tentang apa yang akan mereka kontribusikan bagi almamater dan daerah sekembalinya dari Eropa nanti.
Ketajaman argumen dan kemampuan berkomunikasi internasional menjadi kunci utama bagi para peserta untuk mencuri perhatian tim penilai.
Dalam keterangannya, Rektor UMRAH menekankan pentingnya kualitas karakter bagi para calon delegasi ini.
Beliau menegaskan bahwa standar yang ditetapkan sangatlah tinggi karena mereka akan membawa nama besar institusi.
“Kami mencari sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik atau fasih berbahasa asing, tetapi juga figur yang mampu menjadi duta universitas. Mereka harus memiliki integritas untuk membawa identitas kemaritiman kita ke level dunia, sekaligus mampu menyerap inovasi global untuk diterapkan di tanah air,” tegas Rektor.
Melalui program Erasmus+ ini, UMRAH terus membuka pintu lebar bagi mahasiswa dan dosen untuk menyerap ilmu, riset, dan budaya di institusi top Uni Eropa.
Langkah besar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas individu para peserta, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kepulauan Riau. Dari ruang rapat di lantai 6 ini, sebuah perjalanan panjang menuju transformasi pendidikan kelas dunia resmi dimulai. ***
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan