Tiga Pendaki Jawa Barat Berhasil Daki 3 Gunung Dalam 3 Hari Di Jawa Tengah; Asep Supriana, Willy Herman dan Agli

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEGANTANGLADA.ID – Wonosobo, Perjalanan mendaki gunung bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, tetapi juga soal menghadapi perubahan dan beradaptasi dengan alam. Hal inilah yang dirasakan oleh tiga pendaki asal Jawa Barat—Asep Supriana Nugraha dan Willy Herman W dari Kabupaten Cianjur, serta Diarly Algaili dari Kota Bandung—yang berhasil mendaki tiga gunung di tiga hari berturut-turut di Jawa Tengah pada tanggal 7 hingga 10 April 2025.

Ketiganya berhasil menggapai puncak Gunung Sindoro, Gunung Prau, dan Gunung Bismo dalam sebuah ekspedisi yang awalnya dirancang sebagai lanjutan dari misi pribadi mereka, yang mereka sebut sebagai Triple S—Slamet, Sindoro, dan Sumbing. Gunung Slamet sendiri sudah mereka daki pada Desember 2024 lalu, sebagai langkah pertama dalam misi ini.

Rencana awal pada April ini adalah melanjutkan dua gunung sisa, yakni Sindoro dan Sumbing. Pendakian dimulai dengan sukses saat mereka berhasil mencapai puncak Gunung Sindoro. Namun, setelah itu, kondisi cuaca yang buruk di sekitar kawasan Gunung Sumbing membuat rencana mereka terhambat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya ini adalah misi Triple S, yang mana Slamet sudah dikunjungi Desember lalu, dan sekarang kami mengunjungi Sindoro dan Sumbing. Namun karena cuaca kurang baik, akhirnya pindah haluan setelah gagal ke Sumbing. Kami lanjut ke Prau dan Bismo,” ujar Asep Supriana Nugraha.

Alih-alih berhenti atau menunggu cuaca membaik, mereka justru memutar haluan dan menjadikan momentum ini sebagai tantangan baru. Dalam waktu singkat, ketiganya menyusun ulang rencana dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Prau dan Gunung Bismo—dua gunung yang terkenal akan keindahan lanskapnya di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Gunung Prau, meskipun tidak terlalu tinggi, menyuguhkan panorama sunrise yang spektakuler dari puncaknya. Sedangkan Gunung Bismo, dengan jalur yang cukup menantang, memberikan kesan tersendiri di penghujung ekspedisi. Perjalanan yang padat ini tidak hanya menguji fisik, tapi juga mental dan kekompakan tim.

Pendakian tiga gunung dalam tiga hari tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang, kondisi fisik yang prima, serta kesiapan mental untuk menghadapi berbagai perubahan cuaca dan rintangan alam. Ketiganya saling mendukung, menjaga semangat, dan tetap mengutamakan keselamatan.

“Apa yang kami alami ini jadi pengingat bahwa mendaki itu bukan soal ego mencapai puncak tertentu. Tapi bagaimana kita bersikap ketika rencana berubah dan tantangan datang. Dan alhamdulillah, kami tetap bisa menyelesaikan perjalanan ini dengan penuh rasa syukur,” tambah Diarly Alhasil.

Misi Triple S boleh jadi belum sepenuhnya selesai karena Gunung Sumbing belum berhasil mereka daki. Namun keberhasilan mereka menggapai tiga puncak lain dalam waktu singkat menunjukkan semangat petualangan yang tidak padam dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mungkin bukan Triple S, tapi ekspedisi Sindoro-Prau-Bismo ini justru menjadi cerita yang lebih kaya akan makna.

Dengan semangat petualangan yang tetap menyala, mereka pun menyimpan harapan untuk kembali menyelesaikan misi awal ketika kondisi sudah memungkinkan. Karena bagi para pendaki sejati, gunung bukan hanya soal tujuan, tapi perjalanan itu sendiri adalah pencapaian.

(Red)

Berita Terkait

Pengukuhan Zuriyat Bentan, Terangkan Zuriyat Bentan Yang Benar
Rumah Warga di Senayang, Lingga, Dilahap Api
Kembali Bergeming di Kabupaten Karimun, Dugaan Bocornya Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi 
Pastikan Kondisi Air Bersih PDAM,Wagub Nyanyang Tinjau Waduk Sei Pula,
Bincang Jum’at Bersama Kapolda, Dihadiri Kaban Kesbangpol Provinsi Kepri Hadir Wakili Gubernur
JADI TUAN RUMAH PERTEMUAN RUTIN, LAPAS KELAS IIA TANJUNGPINANG PIPAS DAERAH KEPULAUAN RIAU, PERERAT SILATURAHMI
Gelar Rapat Cabang (DPC) Akpresi Karimun, Langkah Awal Konsolidasi dan Absah Administrasi
Masyarakat Desa Marok Kecil Berharap  Bupati Lingga Tangani Serius Proyek Jembatan Marok Kecil
Berita ini 13 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perkuat Karakter Pelajar, PIK-R Gempita MAN Karimun Gelar Edukasi Bahaya Narkoba dan Bullying  

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Prestasi Membanggakan! Tim Futsal MAN Karimun Raih Juara 2 HPM TBK CUP 2026 di Pekanbaru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:07 WIB

BANGKIT DENGAN SEMANGAAT KEPEMUDAAN, BUP KARIMUN UCAPKAN SELAMAT ULTAN KE-28 KEPADA KERUKUNAN PEMUDA KARIMUN

Senin, 27 Juli 2026 - 04:03 WIB

Perkokoh Karakter dan Kedisiplinan Siswa, MTsN Karimun Gelar Pembiasaan Rutin Upacara Bendera Hari Senin

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:36 WIB

Semarak Kunjungan Kerja Kakanwil Kemenag Kepri di MTsN Karimun: Momen Hangat Sambut Kedatangan dan Pelepasan Rombongan

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:26 WIB

Perkuat Sinergi Pendidikan, MTsN Karimun Dorong Kolaborasi Demi Kemajuan Madrasah di Kepri

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:13 WIB

Tingkatkan Kualitas Madrasah, Kakanwil Kemenag Kepri Buka Rapat Kerja KKK-MTs se-Kepulauan Riau di MTsN Karimun

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:20 WIB

Mengusung Konsep “MPLS Ramah”, SMPN 2 Tebing Sambut 212 Siswa Baru T.A. 2026/2027

Berita Terbaru