Said Barakbah Dalam Catatan Sejarah: Dedikasi, Gagasan, dan Jejak Pengabdian untuk Pembentukan Kabupaten Lingga

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEGANTANGLADA.ID

Advertorial Tokoh & Refleksi Sejarah Kepulauan Riau

BATAM – Sosok Drs. H. Said Barakbah, M.Pd, atau yang akrab dan hangat dipanggil “Ami Bah” oleh para yunior serta insan kebudayaan, merupakan figur teladan yang peduli dan tak pernah padam kecintaannya terhadap kampung halaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik keramahan dan keceriaannya, tersimpan kontribusi besar serta jejak sejarah penting dalam perjalanan pembentukan Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau.

Kenangan mendalam tersebut diungkapkan oleh Dr. Drs. M. Syuzairi, M.Si., salah satu tokoh kunci yang menginisiasi terwujudnya Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Pembentukan Kabupaten Lingga. Menurut Syuzairi, pergerakan awal pemekaran wilayah Lingga sejatinya dipantik dari ide dan gagasan para tokoh masyarakat Senayang, Lingga, dan Singkep yang bermukim di Pekanbaru.

Kala itu, para tokoh berhimpun dalam wadah Forum Masyarakat Selingsing (Senayang, Lingga, Singkep) yang diketuai oleh Drs. M. Daud Kadir (Almarhum)—yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Warga Kepulauan Riau di Pekanbaru. Aspirasi dan rumusan mendasar dari forum ini kemudian dibawa menjadi masukan resmi yang diusulkan ke dalam Komite Pemekaran Kepulauan Riau. Ide ini bergulir menjadi agenda pemekaran kabupaten bersandingan dengan rencana pemekaran Kabupaten Karimun, Kabupaten Pulau Tujuh (Natuna/Anambas), Kabupaten Bintan, serta peningkatan status Kotip Tanjungpinang dan Kotip Batam menjadi Kota sejalan dengan amanat UU No. 22 Tahun 1999.

Keahlian Bahasa dan Penentu Frasa: “Sangat-Sangat Layak”
Dalam proses panjang merumuskan kelayakan pembentukan Kabupaten Lingga, peran Ami Bah amat sentral. Kapasitas dan kepakarannya sebagai ahli bahasa kerap dijadikan rujukan utama dalam setiap diskusi teknis maupun perumusan naskah akademik pemekaran.

Syuzairi mengenang serangkaian pertemuan krusial yang digelar di kediaman Almarhum M. Daud Kadir. Dalam rapat-rapat maraton tersebut, para tokoh berhasil menginventarisasi setidaknya 11 keunggulan strategis yang dimiliki oleh kawasan Senayang, Lingga, dan Singkep sebagai modal kelayakan pembentukan daerah otonom baru, di antaranya:

Kawasan hutan yang masih asri dan terjaga kelestariannya.

Garis pantai terpanjang dengan potensi maritim nan melimpah.

Potensi komoditas penambangan timah yang bernilai ekonomis tinggi.

Potensi habitat dan budidaya sarang burung walet.

Dilewati oleh lintasan iklim garis khatulistiwa (equator).

Memiliki Gunung Daik sebagai puncak tertinggi di wilayah Kepulauan Riau.

Jejak historis sebagai pusat Kerajaan Johor, Riau-Lingga yang mashur.

Kekayaan warisan adat, khazanah budaya, dan bahasa Melayu yang murni.

Keberagaman hayati serta keindahan panorama bahari.

Posisi letak geostrategis di jalur pelayaran kawasan kepulauan.

Kesiapan dukungan kesatuan kultural masyarakat Senayang, Lingga, dan Singkep.

Setelah kesimpulan kelayakan berhasil dirumuskan, M. Syuzairi yang saat itu dipercaya sebagai Sekretaris bertugas menyusun draft akhir dokumen. Ia lantas berdiskusi secara khusus dengan Ami Bah untuk meminta pandangan teoretis dan linguistik mengenai penyebut klausa rekomendasi yang paling tepat.

“Kira-kira menurut Ami, bahasa yang cocok untuk penyebutan kelayakan rencana pemekaran Kabupaten Lingga ini apa?” tanya Syuzairi saat itu.

Dengan lugas dan spontan, berlandaskan kalkulasi potensi serta argumen historis yang solid, Ami Bah menjawab: “Senayang, Lingga, dan Singkep SANGAT-SANGAT LAYAK untuk dimekarkan menjadi Kabupaten.”

Frasa tegas “Sangat-Sangat Layak” tersebut menjadi pengunci argumen yang membakar semangat para pejuang pemekaran hingga akhirnya Kabupaten Lingga resmi terbentuk. Kenangan manis ini tak pernah pudar dalam ingatan para pelaku sejarah.

Inspirator Handal, Budayawan, dan Pengabdian Tiada Akhir
Bagi generasi muda dan para yunior, gaya kepemimpinan Ami Bah memberikan warna tersendiri. Meskipun sebagian pihak kadang menilai gaya bicaranya agak temberang (percaya diri tinggi/berapi-api), bagi para junior hal tersebut justru menjadi sumber daya pemantik semangat (spirit booster) agar tidak minder dan berani maju di garda terdepan.

Penilaian bernilai plus senantiasa disematkan oleh murid-murid serta junior yang pernah dibinanya. Ami Bah dikenal luas tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga guru puisi yang ulung, budayawan yang arif, serta peminat sejarah yang tekun menjaga nyala warisan leluhur Melayu.

Bahkan hingga akhir hayatnya, semangat pengabdian beliau tidak pernah padam. Melalui inisiatifnya, beliau mengontak para tokoh masyarakat untuk mendirikan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Kabupaten Lingga (FKPM-KL)—sebuah wadah pemikir yang diniatkan memberi masukan kritis dan konstruktif bagi kemajuan Kabupaten Lingga. Atas dasar senioritas dan ketokohannya, Ami Bah dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Umum pertama forum tersebut.

Catatan Belasungkawa & Doa
“Harus diakui memang belum banyak peran yang sempat dilakukan oleh Forum mengingat usianya yang relatif singkat dan beliau sudah mendahului kita. Moga atas segala jasa dan perjuangan Almarhum Ami Bah (Drs. H. Said Barakbah, M.Pd) menjadi catatan kenangan indah warga Kabupaten Lingga dan masyarakat Kepulauan Riau. Semoga amalan serta pengabdian beliau mendapat rahmat dari Allah SWT dan diberikan tempat yang mulia di sisi-Nya. Aamiin YRA.”

Turut Berduka Cita:

Keluarga Besar Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Kabupaten Lingga

Tertanda: Dr. Drs. M. Syuzairi, M.Si.***

Berita Terkait

Nikmati Liburan Premium dengan Diskon hingga 20% di Grand Mercure Batam Centre 
Pelantikan Perkumpulan Selingsing Se Kota Batam 2025
Pernikahan Ricky May Dihadiri Keluarga Besar Segantanglada.id
Berita ini 96 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Gemilang Prestasi SMPN 2 Tebing di FTBI Sub Rayon 1: Borong 5 Gelar Sekaligus!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:39 WIB

SMP Negeri 1 Tebing Gandeng Kejaksaan Negeri Karimun Melalui Program “Jaksa Masuk Sekolah”, Wujudkan Pelajar Cerdas dan Taat Hukum Sejak Dini

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

Bantai SMAN 3 Karimun 4-0, Tim Futsal MAN Karimun Tampil Perkasa di Laga Perdana Smasy Cup 

Jumat, 25 September 2026 - 15:53 WIB

TIM MAN KARIMUN BORONG DUA PENGHARGAAN DI AJANG PRESENTASI PROPOSAL USAHA SOCIOSEPRENEURSHIP BEM FPIK UMRAH 2026

Senin, 21 September 2026 - 15:50 WIB

Optimisme Baru MAN Karimun: Perkuat Silaturahmi dan Transparansi lewat Musyawarah Komite

Jumat, 18 September 2026 - 13:40 WIB

Tingkatkan Kesejahteraan Pendidik, UPT Puskesmas Tanjungbatu Gelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di MTsN Karimun

Rabu, 16 September 2026 - 13:37 WIB

MTsN Karimun Gelar Maraton Rapat Kerja TP 2026/2027 Sekaligus Persiapan Belajar Dari Rumah (BDR)

Minggu, 13 September 2026 - 06:14 WIB

Membenteng Generasi Muda dan Menjaga Bumi, SMPN 2 Karimun Gelar Pembekalan Satgas Anti Narkoba dan Kader Adiwiyata

Berita Terbaru