SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN – Suasana penuh warna, kreativitas, dan semangat kewirausahaan menyelimuti lingkungan SMP Negeri 2 Karimun pada Sabtu, 25 April 2026.
Sekolah ini sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk “Pagelaran Seni Budaya dan Market Day”. Mengusung tema yang sarat makna, “Membumi Dengan Budaya, Melangit Dengan Kreativitas”, acara ini berhasil menyedot perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari orang tua murid hingga tokoh masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pagi hari, halaman sekolah telah disulap menjadi panggung ekspresi budaya sekaligus pasar kreatif terpadu. Para siswa tampak antusias mengenakan pakaian adat Nusantara serta seragam kreasi yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.
Tidak hanya menampilkan keelokan tari-tarian tradisi, acara ini juga dipadukan dengan aksi nyata penumbuhan jiwa entrepreneurship muda melalui stan-stan Market Day.
Grandy Regel Tuerah, S.T., M.E., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, memberikan apresiasi dengan terselenggaranya kegiatan ini merupakan bentuk peran, menghidupkan kembali budaya melayu, Bak Pepatah Melayu ” Hangtuah Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti,” Takkan Melayu Hilang Dibumi “.
Dengan adanya Surat Edaran Bupati Karimun, diharapkan seluruh instansi di pemerintahan dan satuan pendidikan menerapkan Berbahasa Melayu pada setiap hari Jumat.
Menjaga Tradisi, Memicu Inovasi Masa Depan
Kepala SMP Negeri 2 Karimun, Dra. Abriany, M.M., mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas kerja keras seluruh warga sekolah yang berhasil menyukseskan agenda besar ini.
Menurut beliau, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah implementasi nyata dari penguatan karakter siswa.

”Tema ‘Membumi Dengan Budaya, Melangit Dengan Kreativitas’ sengaja kita pilih sebagai refleksi dari visi sekolah. Kita ingin anak-anak didik kita tidak pernah lupa akan akar budayanya, tetap sopan, berkarakter, dan mencintai kearifan lokal. Namun di sisi lain, pemikiran dan kreativitas mereka harus terbang tinggi tanpa batas demi menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dra. Abriany, M.M. saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (25/4).
Beliau juga menambahkan, bahwa integrasi antara seni budaya dan Market Day ini merupakan bagian dari penerapan kurikulum yang berorientasi pada profil pelajar Pancasila.

”Melalui Market Day, anak-anak belajar langsung bagaimana cara berkomunikasi, berkolaborasi, menghitung perencanaan ekonomi sederhana, hingga belajar tentang kejujuran dan kemandirian. Ini adalah modal berharga bagi mereka kelak,” tambahnya.
Kolaborasi Apik Seni Tradisional dan Geliat Ekonomi Kreatif
Kemeriahan acara ini terlihat dari deretan penampilan di atas panggung utama.
Berbagai tarian daerah, peragaan busana adat, hingga pertunjukan seni musik tradisional dibawakan dengan apik dan penuh percaya diri oleh para siswa.
Kehadiran barisan siswa berpakaian putih-putih formal menyerupai pasukan pengibar bendera turut menambah kekhidmatan dan kerapian jalannya seremoni pembukaan.
Sementara itu, di area Market Day, suasana tidak kalah riuh. Stan-stan kuliner dan kerajinan tangan hasil karya mandiri siswa diserbu oleh para pengunjung.
Menariknya, produk yang dijajakan tidak hanya mengedepankan rasa dan estetika, tetapi juga memanfaatkan bahan baku lokal yang dikemas secara modern dan menarik.
Apresiasi tinggi juga datang dari para orang tua murid yang hadir.
Mereka mengaku takjub melihat rasa percaya diri anak-anak mereka saat tampil di panggung maupun saat menawarkan produk di stan masing-masing.
Melalui suksesnya gelaran ini, SMP Negeri 2 Karimun kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademis, melainkan juga secara seimbang membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, serta teguh menjaga kelestarian budaya bangsa.(SL/Red)
(OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID)

















Tinggalkan Balasan