SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN – Suasana tenang di Perumahan TMK, Kelurahan Sei. Raya, Kecamatan Meral, mendadak berubah menjadi tegang pada Jumat 15 Mei Tengah Hari.

Seekor ular sanca batik (Python reticulatus) berukuran besar ditemukan menyelinap di sekitar pemukiman warga, memicu kepanikan di tengah cuaca terik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beruntung, kesigapan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karimun berhasil mengamankan predator melata tersebut sebelum menimbulkan korban.
Kronologi Penemuan: Kejutan di Jam Istirahat
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.15 WIB, tepat saat sebagian besar warga sedang beristirahat usai menunaikan ibadah salat Jumat.
Salah seorang warga dikabarkan terkejut bukan main saat melihat siluet memanjang dengan corak batik khas yang sedang bergerak pelan di area perumahan.
Sadar bahwa reptil tersebut merupakan jenis sanca yang terkenal memiliki lilitan mematikan, warga tidak berani bertindak gegabah.

Mereka langsung menghubungi call center BPBD Karimun untuk meminta bantuan evakuasi.
“Ular jenis Python reticulatus ini dikenal sangat kuat. Meski tidak berbisa, ukuran dan lilitannya bisa sangat berbahaya bagi manusia, terutama anak-anak atau hewan peliharaan. Karena itu, laporan langsung kami respons dengan cepat,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Evakuasi Menegangkan: Adu Strategi dengan Sang Predator
Mendapat laporan darurat, tim evakuasi BPBD Karimun langsung meluncur ke lokasi kejadian di Perumahan TMK Sei. Raya. Setibanya di lokasi, petugas yang dibekali dengan peralatan khusus—seperti tongkat penjepit (snake catcher) dan karung pengaman—langsung mengepung area tempat ular tersebut bersembunyi.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan menegangkan. Ular sanca yang diperkirakan memiliki panjang mencapai 3 meter tersebut sempat memberikan perlawanan. Menggunakan insting liarnya, sang sanca mencoba merayap masuk ke celah sempit untuk menghindari sergapan petugas.
Namun, berkat keahlian, ketenangan, dan kerja sama tim yang solid, ruang gerak ular tersebut berhasil dikunci. Dalam waktu yang relatif singkat, kepala ular berhasil diamankan, dan tubuh besarnya yang berotot langsung dievakuasi ke dalam karung khusus.
Himbauan BPBD Karimun untuk Warga
Pasca-evakuasi yang sukses tersebut, warga Perumahan TMK Sei. Raya akhirnya bisa bernapas lega. Riuh tepuk tangan dan ucapan terima kasih mengalir dari warga kepada para petugas BPBD yang telah mengamankan lingkungan mereka.
Pihak BPBD Karimun mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama di musim-musim tertentu di mana reptil sering keluar mencari makan atau tempat berlindung yang lembab.
Jaga Kebersihan: Pastikan lingkungan rumah tidak tumpuk oleh barang bekas atau rimbun oleh semak belukar.
Waspada Mangsa: Keberadaan tikus di sekitar rumah sering kali menjadi pengundang utama datangnya ular sanca.
Hubungi Ahli: Jika melihat ular atau hewan berbahaya lainnya, jangan mencoba menangkap sendiri tanpa keahlian khusus. Segera hubungi BPBD atau dinas pemadam kebakaran setempat.
Ular sanca batik yang berhasil dievakuasi tersebut kini telah dibawa ke markas BPBD Karimun dan rencananya akan dilepaskan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari jangkauan pemukiman penduduk demi menjaga keseimbangan ekosistem.
OFFICIAL SEGANTANGLAD.ID

















Tinggalkan Balasan