SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karimun memulai tahun ajaran baru 2026/2027 dengan sebuah gebrakan edukasi yang inovatif dan sarat makna. 13 Juli 2026
Melalui kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) yang resmi dibuka pada Senin, 13 Juli 2026, madrasah ini tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada 61 siswa baru, melainkan juga menanamkan komitmen mendalam terhadap kelestarian lingkungan hidup lewat konsep yang diusung: Berbasis Ekoteologi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara yang berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme di halaman MAN Karimun ini dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.
Memadukan Nilai Iman dan Kepedulian Lingkungan
Konsep ekoteologi yang diangkat dalam MATAMUDA kali ini bukan sekadar tema pajangan. Konsep ini secara mendalam memadukan pemahaman keagamaan (teologi) dengan tanggung jawab menjaga alam semesta (ekologi).
Para siswa baru diajak untuk memahami bahwa menjaga bumi dan lingkungan sekitar merupakan bagian integral dari perwujudan iman seorang muslim kepada Sang Pencipta.
Kepala MAN Karimun, Peri Yudianto, S.Pd., menjelaskan, bahwa pendekatan ini sangat krusial diberikan sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di madrasah. Menurutnya, madrasah harus menjadi pelopor lahirnya generasi yang cerdas secara akademis, kokoh secara spiritual, sekaligus peka terhadap kelestarian alam di sekitarnya.
“Kami ingin anak-anak kita, khususnya 61 siswa baru yang bergabung tahun ini, menyadari sejak awal bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Karakter ‘hijau’ berlandaskan tauhid ini yang ingin kita bentuk secara kokoh di MAN Karimun,” ungkap Peri Yudianto dengan penuh semangat di sela-sela acara.
Peri menambahkan, melalui basis ekoteologi ini, para siswa baru tidak hanya diperkenalkan pada struktur organisasi sekolah atau kurikulum saja, tetapi juga langsung dihadapkan pada aksi-aksi nyata penyelamatan lingkungan yang nantinya akan menjadi budaya sehari-hari mereka selama menuntut ilmu di madrasah.
Sinergi dan Dukungan Penuh dari Kemenag Karimun
Langkah inovatif yang diinisiasi oleh MAN Karimun ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun. Saat membuka acara secara resmi, Kasubag TU Kemenag Karimun menyampaikan dukungannya terhadap terobosan kurikulum karakter berbasis ekologi ini.
Pihak Kemenag Karimun menilai, tantangan zaman ke depan tidak hanya menuntut siswa untuk menguasai teknologi dan ilmu agama secara teoretis, tetapi juga bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai agama tersebut untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat, termasuk krisis lingkungan hidup dan pemanasan global.
Langkah Awal Menuju “Madrasah Hijau”
Dengan resminya pembukaan MATAMUDA pada 13 Juli ini, ke-61 siswa baru MAN Karimun akan mengikuti serangkaian kegiatan pengenalan yang interaktif selama beberapa hari ke depan.
Berbagai program edukasi ramah lingkungan telah disiapkan oleh panitia, mulai dari gerakan pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah, aksi menanam pohon, pengelolaan taman madrasah secara mandiri, hingga kajian keagamaan tematik yang membahas dalil-dalil pelestarian alam (eco-islam).
Melalui MATAMUDA berbasis ekoteologi ini, MAN Karimun optimis dapat mencetak kader-kader muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi dan adab, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keasrian bumi berlandaskan nilai-nilai ketauhidan yang kokoh. Selamat datang dan selamat berproses untuk 61 siswa baru MAN Karimun.
OFFICIAL SEGANTANGLADA.ID

















Tinggalkan Balasan