SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN, – Dunia pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan di dalam ruang kelas. Lebih dari itu, ia adalah jalinan emosi, pembentukan karakter, dan ikatan kekeluargaan yang tak jarang meninggalkan kesan mendalam saat waktu perpisahan tiba. 13 Juni 2026.
Hal inilah yang terpancar jelas dalam suasana haru di MTs Negeri Karimun saat melepas siswa-siswinya untuk melanjutkan perjuangan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memaknai Filosofi “Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung”
MTs Negeri Karimun membagikan potret dan video yang menyentuh hati dengan tajuk “Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung”. Sebuah peribahasa yang secara filosofis menggambarkan etika dan adab dalam sebuah hubungan—bagaimana seseorang disambut dengan baik saat datang, dan harus dilepas dengan doa serta keikhlasan saat mereka harus melangkah pergi.
Momen ini menjadi puncak dari rangkaian interaksi antara guru, murid, dan orang tua. Bagi pihak sekolah, melepas siswa bukan berarti memutus silaturahmi. Sebaliknya, ini adalah bentuk ikhlas dari para pendidik yang telah membimbing selama tiga tahun, demi melihat anak didiknya “terbang” lebih tinggi menapaki masa depan.
Sinergi Tanpa Batas: Kolaborasi Guru, Murid, dan Wali Murid
Salah satu kekuatan yang selalu digaungkan oleh MTs Negeri Karimun adalah sinergi antara pihak madrasah dan wali murid. Dalam kegiatan temu ramah yang diselenggarakan, terlihat jelas bagaimana keakraban terjalin erat.
Orang tua siswa hadir memberikan apresiasi kepada para guru yang telah berjuang mendidik putra-putrinya dengan penuh kesabaran.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial perpisahan, melainkan upaya penguatan karakter bagi generasi muda. Sesuai dengan tagar yang diusung,
yaitu #kolaborasimendidikgenerasi dan #penanamandanpenguatankarakter, madrasah ingin menanamkan nilai bahwa keberhasilan seorang siswa adalah hasil dari kerja sama yang apik antara lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan.

















Tinggalkan Balasan