SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berkarakter, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Gempita Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karimun menggelar kegiatan edukasi khusus mengenai bahaya narkoba dan pencegahan perilaku bullying (perundungan) pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan siswa-siswi MAN Karimun yang memadati aula sekolah.
Melalui pendekatan sebaya yang interaktif, kader PIK-R Gempita memaparkan dampak buruk penyalahgunaan zat adiktif serta ancaman psikologis maupun fisik akibat tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Edukasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar agar mampu menjadi benteng pertahanan diri sekaligus pelopor kebaikan di lingkungan pergaulan mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Membangun Remaja yang Tangguh dan Bebas Narkoba
Dalam pemaparannya, tim PIK-R Gempita menekankan bahwa usia remaja merupakan masa transisi yang penuh tantangan, di mana rasa ingin tahu yang tinggi sering kali dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk memicu perilaku berisiko. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai bahaya fisik, hukum, dan sosial dari narkoba sangat krusial diberikan sejak dini.
Selain isu narkoba, pencegahan bullying menjadi fokus utama dalam sosialisasi tersebut. Siswa diajak untuk memahami pentingnya empati, saling menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk tindakan intimidasi, baik secara verbal, fisik, maupun cyberbullying di media sosial.
Apresiasi dan Dukungan Penuh dari Kepala MAN Karimun
Kepala MAN Karimun, Peri Yudianto, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh wadah konseling remaja sekolahnya. Saat diwawancarai pada Senin, 3 Agustus 2026, Peri Yudianto menegaskan pentingnya peran aktif siswa dalam saling menjaga dan mengedukasi antar-sesama.
“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada wadah PIK-R Gempita MAN Karimun yang bergerak aktif mengedukasi rekan-rekan sebayanya. Isu narkoba dan bullying adalah dua ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda. Langkah preventif seperti ini sangat sejalan dengan visi madrasah untuk mewujudkan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan berakhlak mulia,” ujar Peri Yudianto, Senin (3/8/2026).
Lebih lanjut, Peri berharap agar pesan-pesan positif yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengetahuan teoretis, tetapi betul-betul diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga madrasah.
Komitmen Mewujudkan Madrasah Ramah Anak
Pihak manajemen MAN Karimun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi kesiswaan yang berfokus pada pengembangan karakter serta perlindungan anak. Melalui edukasi berkelanjutan seperti ini, MAN Karimun optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat, terbebas dari jeratan narkoba, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.***

















Tinggalkan Balasan