SEGANTANGLADA.ID
KARIMUN– Langkah taktis langsung diambil oleh Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPC AKPERSI) Kabupaten Karimun pasca-restrukturisasi kepengurusan. Ahad 7 Juni 2026.
Dalam Rapat Pleno yang digelar khidmat, sorotan utama tertuju pada wejangan dan pandangan strategis yang disampaikan oleh Pembina DPC AKPERSI Karimun, Dedi Sahori, SE., M.Si.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran sosok akademisi, sekaligus tokoh yang paham betul akan dinamika sosial kemasyarakatan di Bumi Berazam ini memberikan bobot tersendiri dalam rapat tersebut.
Di depan mikrofon dan di hadapan seluruh pengurus yang hadir, Dedi Sahori memaparkan pandangan visionernya mengenai arah gerak AKPERSI Karimun ke depan.
Menjaga Marwah Pers di Tengah Arus Digitalisasi
Dalam pandangannya, Dedi Sahori menekankan bahwa tantangan terbesar insan pers hari ini bukan lagi sekadar memproduksi berita dengan cepat, melainkan bagaimana menjaga kualitas, akurasi, dan nilai edukasi di dalam setiap produk jurnalistik yang disuguhkan ke masyarakat.
”Dunia pers saat ini menghadapi tantangan digitalisasi yang luar biasa masif. Siapa saja bisa menulis, tapi tidak semua bisa menyajikan kebenaran yang berbasis kode etik.
Di sinilah, peran krusial AKPERSI Karimun di bawah kepengurusan yang baru. Kita harus menjadi benteng pertahanan bagi marwah profesi wartawan yang bermartabat,” tegas Dedi Sahori dengan lugas.
Beliau juga mengingatkan, agar kepengurusan yang baru ini tidak sekadar menjadi nama di atas kertas, melainkan mesin organisasi yang aktif melakukan pembinaan secara berkala kepada para anggotanya.
Sinergitas Tanpa Batas, Independensi Tetap Terjaga
Sebagai Pembina, pria bergelar Magister Sains (M.Si.) ini juga menyoroti pentingnya pola hubungan yang harmonis antara AKPERSI dengan berbagai instansi di Kabupaten Karimun, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun sektor swasta dan masyarakat sipil.
Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Karimun membutuhkan peran pers sebagai jembatan informasi dan kontrol sosial yang sehat.
Kemitraan Strategis: Membuka ruang komunikasi yang luas dengan Pemerintah Kabupaten Karimun demi mengawal program pembangunan agar tepat sasaran.
Kontrol Sosial yang Sehat: Menyampaikan kritik yang membangun, berbasis data, objektif, dan bukan berdasarkan sentimen personal atau hoaks.
Edukasi Publik: Menjadi media yang mencerdaskan masyarakat di tengah derasnya arus informasi palsu yang kerap memecah belah.
”Sinergitas itu tanpa batas. Kita harus membuka diri berkolaborasi dengan siapa saja untuk kemajuan Karimun.
Namun ingat, bermitra bukan berarti kehilangan daya kritis. Independensi pers adalah harga mati yang menjaga marwah organisasi ini tetap dihormati,” tambahnya sembari menyimak berkas pleno di meja rapat.
Optimisme untuk Pengurus Baru
Mengakhiri arahannya, Dedi Sahori menyatakan rasa optimisnya yang besar terhadap komposisi kepengurusan DPC AKPERSI Karimun tahun 2026 ini.
Kombinasi antara jurnalis senior yang berpengalaman dan semangat menyala dari para pengurus muda diyakini mampu membawa perubahan positif yang signifikan.
Rapat Pleno yang berlangsung, hingga larut malam tersebut ditutup dengan diskusi interaktif dan pemantapan program kerja jangka pendek.
Pandangan tajam dari Dedi Sahori, SE., M.Si. malam itu dinilai menjadi kompas penting bagi DPC AKPERSI Karimun untuk melangkah mantap, menjaga marwah, dan berkontribusi nyata di tanah Segantang Lada. (SL/Red)

















Tinggalkan Balasan