SEGANTANGLADA.ID
KEPRI- Adalah Assoc. Prof.Dr. Drs. M. Syuzairi, M.Si, selepas bereaksi, terhadap, terjadinya pengundulan hutan bagi perkebunan kelapa sawit yang terjadi di beberapa wilayah desa di Kabupaten Lingga, yakni ; salah satunya, terjadi di Desa Senempek, Centeng serta Desa lainnya.
Menurutnya, Demikian, mesti dievaluasi dan bila perlu, dihentikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan, ” mestinya Pemerintah berpikir ulang bukankah sebelumnya pernah dibuka lahan sawit dan bagaimana hasilnya ? Belajar dari keberhasilan ataupun kegagalan harusnya menjadi tolak ukur program penanaman sawit agar di tindak lanjuti atau dihentikan, “ungkapnya.
Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipertimbangkan dalam pembukaan kebun kelapa sawit.
” Pertama, Pemerintah harus berpikir konsistensi dan keberlangsungan kegiatan apakah sesuai dengan karakter masyarakat setempat yang dominan nelayan.
Kedua, dalam catatan salah satu alasan, kelayakan Kabupaten Lingga adalah hutan yang asri dengan gunung dan pantai terpanjang. Ialah menjaga ke asrian.
Ketiga, Hutan di Kabupaten Lingga sangat terbatas karena masih digolongkan pulau kecil berbanding terbalik dengan kebutuhan lahan yang luas untuk sawit.
Keempat, Kayu masih diperlukan masyarakat bagi bahan bangunan dan bahan untuk buat bot dan sampan nelayan karena berkaitan dengan profesi yang mereka geluti.
Kelima, Kabupaten Lingga dengan Gunung Daik, Gunung Moncong serta Gunung Merodong di Kecamatan Katang Bidare, beserta hutan hutannya, mesti tetap terlestari menjadi ikon sebagai paru-paru Provinsi Kepulauan Riau ketika Batam, Bintan hutannya sudah hampir punah.
Dari berbagai alasan tentu saja diperlukan evaluasi bagi pembuat kebijakan untuk mengkaji kembali pembukaan lahan secara masif di Kabupaten Lingga dengan mengedepankan kearifan lokal.
Menurut beliau, masukan dalam tidak jadikan Lahan Kabupaten Lingga sebagai lahan sawit sudah lama disampaikan tapi lagi-lagi alasan karena izin Jakarta sehingga Pemerintah Kabupaten Lingga tidak dapat menolak.
Mengakhiri saran masukan beliau, tentu perlu sokongan LSM, Paguyuban dan Tokoh Cendikiawan Kabupaten Lingga di perantauan karena akan menjadi dukungan moral bagi mereka yang terdahulu peduli untuk kampung, “ungkapnya.***
















